medcom.id, Jakarta: Anggota Tim Sembilan Bambang Widodo Umar angkat bicara soal penahanan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) dan operasi tangkap tangan (OTT) anggota DPR Adriansyah. Ia menilai, tindakan ini belum punya efek signifikan dalam mengembalikan kharisma Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai kisruh dengan Polri.
"Belum bisa dikatakan (KPK) punya wibawa lagi. Membangun itu enggak bisa sekejap, sepihak,"kata Bambang kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/4/2015) malam.
Menurut dia, penahanan SDA dan OTT itu baru berupa tindakan teknis operasional. KPK, kata dia, perlu strategi nyata dalam perang melawan korupsi. "Jadi ada mapping. Kalau tanpa mapping, misalnya proyek-proyek, anggaran mana yang kena, kemudian birokrasi. Kalau enggak ada strategi yang jelas, belum tahu kita," imbuh Dosen Universitas Indonesia itu.
Kinerja KPK, di mata dia, belum bisa mengubah pandangan masyarakat. Pasalnya, publik sempat menilai ada upaya pelemahan KPK dalam konflik dengan Polri. Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki cs pun butuh langkah konkret untuk memperbaikinya.
"Menurut pendapat saya tindakan itu belum bisa sepenuhnya menebus kekecewaan masyarakat atas anggapan pelemahan terhadap KPK," pungkas dia.
Jumat 10 April kemarin, ada dua peristiwa yang menjadi titik perhatian di Gedung KPK. Hal itu adalah penahanan SDA dan OTT terhadap Legislator Adriansyah serta Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat.
SDA ditahan dalam kasus dugaan korupsi penyelangaraan haji 2012-2013. Sementara, Adriansyah dan Andrew terjerat kasus dugaan suap izin usaha PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
medcom.id, Jakarta: Anggota Tim Sembilan Bambang Widodo Umar angkat bicara soal penahanan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) dan operasi tangkap tangan (OTT) anggota DPR Adriansyah. Ia menilai, tindakan ini belum punya efek signifikan dalam mengembalikan kharisma Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai kisruh dengan Polri.
"Belum bisa dikatakan (KPK) punya wibawa lagi. Membangun itu enggak bisa sekejap, sepihak,"kata Bambang kepada
Metrotvnews.com, Jumat (11/4/2015) malam.
Menurut dia, penahanan SDA dan OTT itu baru berupa tindakan teknis operasional. KPK, kata dia, perlu strategi nyata dalam perang melawan korupsi. "Jadi ada
mapping. Kalau tanpa
mapping, misalnya proyek-proyek, anggaran mana yang kena, kemudian birokrasi. Kalau
enggak ada strategi yang jelas, belum tahu kita," imbuh Dosen Universitas Indonesia itu.
Kinerja KPK, di mata dia, belum bisa mengubah pandangan masyarakat. Pasalnya, publik sempat menilai ada upaya pelemahan KPK dalam konflik dengan Polri. Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki cs pun butuh langkah konkret untuk memperbaikinya.
"Menurut pendapat saya tindakan itu belum bisa sepenuhnya menebus kekecewaan masyarakat atas anggapan pelemahan terhadap KPK," pungkas dia.
Jumat 10 April kemarin, ada dua peristiwa yang menjadi titik perhatian di Gedung KPK. Hal itu adalah penahanan SDA dan OTT terhadap Legislator Adriansyah serta Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat.
SDA ditahan dalam kasus dugaan korupsi penyelangaraan haji 2012-2013. Sementara, Adriansyah dan Andrew terjerat kasus dugaan suap izin usaha PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)