Eman Suparman. (FotoMI/Rommy Pujianto)
Eman Suparman. (FotoMI/Rommy Pujianto)

KY: Tren Kasus Perselingkuhan Hakim Meningkat

Nasional hakim konstitusi pelanggaran
Antara • 22 Desember 2014 18:08
medcom.id, Jakarta: Komisioner Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman mengatakan tren, kasus pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) meningkat. Kasus selingkuh menempati posisi pertama pelanggaran kode etik hakim.
 
"Pada 2014 kasus perselingkuhan menempati posisi pertama sebesar 38,64 persen atau sebanyak lima kasus dari total 13 kasus," kata Eman dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/12/2014).
 
Dia mengungkapkan bahwa, meningkatnya tren naiknya kasus perselingkuhan oleh hakim justru saat kesejahteraannya meningkat. Eman menambahkan, tren kasus pelanggaran KEPPH yang ditangani dalam sidang MKH pada 2009 hingga 2012 mayoritas merupakan kasus penyuapan. Namun, mulai 2013 dan 2014, tren kasus pelanggaran bergeser ke kasus perselingkuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus perselingkuhan ini lebih gampang pembuktiannya dibanding dengan kasus suap," kata Eman.
 
Komisioner bidang pengawasan hakim ini juga mengatakan, kasus pelanggaran KEPPH yang juga mengalami peningkatan adalah kasus narkoba. "Memang pada awalnya banyak hakim yang membantah memakai narkoba, tetapi setelah urine-nya diperiksa mereka baru mengaku," katanya.
 
Berdasarkan data KY, sidang MKH pada 2014 sebanyak 13 kasus ini terdiri dari satu kasus perselingkuhan dan gratifikasi, lima kasus perselingkuhan, tiga kasus gratifikasi, satu kasus narkoba dan tiga kasus indisipliner.
Pada tahun ini KY mencatat telah menerima 1.693 laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran KEPPH, atau turun 29,53 persen dibandingkan 2013 yang mencapai 2.193 laporan.
 
Dari 1.693 laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim yang ditangani KY sebanyak 672 laporan, dimana 294 laporan dapat ditindak lanjuti dan 378 laporan tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran.
 
Sebanyak 294 laporan yang dapat ditindaklanjuti tersebut, KY telah melakukan pemeriksaan terhadap 148 hakim, 156 pelapor dan 366 saksi. Hasil pemeriksaan KY menyatakan 122 hakim direkomendasikan ke MA untuk diberikan sanksi, dengan rinciannya sebanyak 90 hakim dijatuhi sanksi ringan atau sebesar 73,92 persen, 22 hakim dijatuhi sanksi sedang atau sebesar 18,03 persen dan 10 hakim dijatuhi sanksi berat atau 8,19 persen.
 

 

(LOV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif