NEWSTICKER
Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

Polisi Ancam Diskotek Nakal

Nasional narkoba hiburan malam
Siti Yona Hukmana • 07 Februari 2020 16:22
Jakarta: Diskotek di Jakarta kerap jadi tempat pengedaran narkotika. Polda Metro Jaya mengultimatum pemilik diskotek di ibu kota agar membersihkan tempat usahanya dari barang haram itu.
 
"Iya bisa saja (ditutup). Kalau di sana ditemukan ternyata ada 500 kilogram sabu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Ultimatum disampaikan usai pihaknya mengagalkan pengedaran narkoba jenis happy five senilai Rp19,2 miliar. Aparat kepolisian akan mengawasi ketat diskotek di Jakarta. Meski tak berwenang melakukan penutupan, namun polisi punya hak memberikan rekomendasi ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita paling sampaikan ke Pemprov dong. Karena di sana memiliki kewenangannya," ujar Yusri.
 
Polisi Ancam Diskotek Nakal
Kepala Unit (Kanit) 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Budi Setiadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona
 
Menurut dia, setiap diskotek punya risiko ditutup paksa. Sebab tempat-tempat hiburan di Jakarta harus bersih dari pengedaran narkoba.
 
"Ketentuan-ketentuan itu kan sudah disampaikan oleh Pemda saat membuat izin bangunan, bahwa tidak boleh ada pengedaran atau pemakai di situ. Itu kita lidik bersama-sama," pungkas Yusri.
 
Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan narkotika jenis happy five senilai Rp19,2 miliar. Barang haram sebanyak 38.400 butir itu sedianya diedarkan saat hari perayaan valentine pada 14 Februari 2020 di tempat-tempat hiburan di Jakarta.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif