Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

109 Mantan Narapidana Asimilasi Berulah

Nasional polri Virus Korona
Siti Yona Hukmana • 14 Mei 2020 18:34
Jakarta: Mantan narapidana yang mendapat program asimilasi dan integrasi dalam upaya pencegahan virus korona (covid-19) terus berulah. Sebanyak tiga mantan narapidana ditangkap.
 
"Berdasarkan data Bareskrim Polri, sampai dengan hari ini terdapat 109 napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan dan telah diamankan serta diproses oleh pihak polri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Sebanyak 109 eks narapidana yang kembali berulah itu tersebar di 19 polda. Antara lain di Polda Jawa Tengah dengan 15 kasus, Polda Sumatera Utara 14 kasus, Polda Jawa Barat 11 kasus, Polda Kalimantan Barat 10 kasus, dan Polda Riau 9 kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Komisi III Minta Pemberian Asimilasi Narapidana Diawasi Ketat
 
Jenis kejahatan didominasi pencurian dengan kekerasan (curas) 15 kasus, pencurian dengan pemberatan curat 40 kasus, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 16 kasus. Selain itu, mantan napi juga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan dengan 11 kasus, penyalahgunaan narkoba 12 kasus, pemerkosaan dan pencabulan anak 2 kasus, penipuan dan penggelapan 2 kasus, perjudian 1 kasus, pembunuhan 2 kasus, dan satu kasus kejahatan lainnya.
 
"Motif narapidana asimilasi umumnya didominasi faktor ekonomi. Motif lain yang telah diidentifikasi antara lain sakit hati dan dendam, sehingga mengeroyok, menganiaya bahkan membunuh," ungkap Ahmad.
 
Sebanyak 38.822 narapidana bebas dari program asimilasi tersebut. Menurut Ahmad, jumlah narapidana yang kembali berulah hanya 0,28 persen dari total eks napi.
 
Sebanyak 15.322 kasus kejahatan terjadi pada April 2020. Maka jumlah tindak pidana yang kembali dilakukan narapidana asimilasi berkisar 0,7 persen.
 
"Sehingga kejahatan oleh narapidana asimilasi tidak memberikan pengaruh signifikan pada jumlah kejahatan secara keseluruhan," tutur Ahmad.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif