ilustrasi pembebasan tahanan. Medcom.id/M Rizal
ilustrasi pembebasan tahanan. Medcom.id/M Rizal

Surya Anta Ginting Bebas Hari Ini

Nasional kasus makar virus corona
Siti Yona Hukmana • 12 Mei 2020 13:03
Jakarta: Terpidana kasus makar, Paulus Surya Anta Ginting, masuk daftar penerima asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona (covid-19). Dia disebutkan bebas hari ini.
 
"Dia sudah memenuhi syarat yang diatur dalam pembebasan bersyarat keputusan menteri (Menteri Hukum dan HAM) terkait pembebasan narapidana dengan persyaratan tertentu untuk mengantisipasi penularan covid-19," kata Tim Advokasi Papua, Michael Himan di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Lima rekan juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua itu juga dibebaskan karena masuk program yang sama. Mereka ialah Issay Wenda, Arina Elopere, Dano Tabuni, Ambrosius Mulait, dan Cahrles Kossay.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memvonis keenam orang tersebut pada Jumat, 24 April 2020. Hakim Ketua Purwanto serta Hakim Anggota Djunaedi dan Heru memutuskan keenam orang tersebut bersalah.
 
Baca: Istri Bantah Surya Anta Ingin Jadi Presiden Papua
 
Issay Wenda divonis 8 bulan penjara, sementara lima lainnya 9 bulan penjara. Mereka ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
 
Michael mengaku pihaknya tidak mengajukan banding atas vonis tersebut. Sebab, kliennya fokus terhadap keselamatan dan kesehatan.
 
"Keputusan ini diambil melalui proses diskusi yang mendalam antara keenam klien kami, keluarga dan penasihat hukum untuk tidak mengajukan upaya hukum," ujar dia.
 
Keenam warga Papua itu menjadi narapidana setelah mengibarkan bendera bintang kejora dalam aksi unjuk rasa menuntut referendum Papua di depan Istana Merdeka, Rabu, 28 Agustus 2019. Mereka didakwa melanggar Pasal 106 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP atau Pasal 110 ayat 1 KUHP dengan tuduhan makar dan pemufakatan jahat.
 
Medcom.id mencoba mengonfirmasi pembebasan terpidana makar Suryanta Ginting ke Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Reynhard Silitonga. Namun, belum ada jawaban hingga berita ini dibuat.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif