KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Suap Rp30 Juta

Juven Martua Sitompul 14 Maret 2018 18:31 WIB
kasus suap
KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Suap Rp30 Juta
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi terkait suap pemulusan gugatan perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang senilai Rp30 juta. Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti-bukti lain dari praktik suap tersebut.

Tiga lokasi yang digeledah yakni kantor tersangka Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN) dan Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika (TA), serta rumah dinas milik Hakim Wahyu di Kompleks Kehakiman Tangerang.

"Kemudian kantor tersangka advokat AGS (Agus Wirano) dan HMS (HM Saipudin) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.


Febri mengungkapkan penggeledahan dilakukan secara paralel sejak pukul 23.00 WIB, Selasa, 13 Maret 2018 hingga pukul 03.00 WIB, Rabu, 14 Maret 2018. Sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara disita penyidik dari ketiga lokasi tersebut.

"Ditemukan bagian dari uang yang diduga merupakan penerimaan pertama sebesar Rp7.450.000 dalam amplop coklat yang bertuliskan nama Kantor Hukum salah satu tersangka," pungkas Febri.

(Baca juga: Hakim dan Panitera PN Tangerang Tersangka Suap Rp30 Juta)

KPK sebelumnya kembali menggelar operasi tangkap tangan terhadap lembaga penegak hukum. Satu orang hakim dan satu orang panitera pengganti kemudian dua orang penasihat hukum diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Diduga kuat Panitera Pengganti PN ‎Tangerang Tuti Atika (TA) menerima suap dari pengacara Agus Wiratno dan HM Saipudin sebesar Rp22,5 juta. Suap diberikan agar Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri memenangkan gugatan perdata terkait hak waris yang ditangani oleh Agus dan Saipudin.

Uang suap senilai Rp22,5 juta merupakan pemberian kedua setelah sebelumnya Agus dan HM Saipudin memberikan Rp7,5 juta. Usai diperiksa intensif, KPK pun menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id