Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto

Direktur Keuangan Waskita Karya Mangkir Panggilan KPK

Nasional Korupsi di PT Waskita Karya
Juven Martua Sitompul • 09 Juli 2019 20:57
Jakarta: Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Haris sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif garapan PT Waskita Karya yang menjerat mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.
 
"Saksi berhalangan hadir," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Lembaga antirasuah bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan Haris. Pemanggilan ulang akan disampaikan usai menerima informasi detail dari penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK terus mengusut aliran dana korupsi 14 proyek fiktif yang digarap perusahaan BUMN tersebut. Komisi antikorupsi sedang menelusuri para pejabat Waskita Karya maupun pihak lain yang kecipratan atau turut diperkaya dari korupsi ini.
 
Untuk memperkuat dugaan itu, hari ini penyidik juga memeriksa tiga saksi lain yaitu mantan Direktur Utama (Dirut) PT Aryana Sejahtera, Happy Syarief; Direktur PT MER Engineering, Ari Prasodo; serta Direktur PT Safa Sejahtera Abadi, Riza Alfarizi.
 
"Penyidik mendalami keterangan saksi seputar aliran dana terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya," kata Febri.
 
Dalam kasus ini, Fathor dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.
 
Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.
 
Atas pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.
 
Selain memeriksa saksi, tim penyidik telah menyita dokumen-dokumen penting dari penggeledahan di sejumlah lokasi. Salah satunya rumah Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani.
 
Sebelum menjabat sebagai Dirut Jasa Marga, Desi merupakan Direktur Operasi I PT Waskita Karya. Meski rumahnya telah digeledah dan sejumlah dokumen penting telah disita, Desi belum juga diperiksa tim penyidik KPK.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif