Suasana lingkungan dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Foto: MI/Susanto
Suasana lingkungan dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Foto: MI/Susanto

KPK Keki Kajian Pengelolaan Lapas Ditelantarkan

Nasional suap fasilitas lapas
Antara • 17 Oktober 2019 09:48
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan kajian pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak ditindaklanjuti secara serius. Padahal, KPK sudah memberikan rekomendasi untuk memperkokoh lapas.
 
"KPK merasa telah berupaya secara maksimal melakukan tindakan pencegahan di Kementerian Hukum dan HAM, khususnya terkait pengelolaan lembaga permasyarakatan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Menurut dia, pada 2007-2011, KPK membuat kajian soal lapas. KPK menemukan masalah soal kode etik Direktorat Jenderal Pemasyarakatan; transparansi pemberian asimilasi, bebas bersyarat, dan cuti bersyarat; teknologi informasi; pengawasan; hingga dualisme pengurus lapas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalah lapas tak kunjung beres hingga ada operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 2018. Lembaga Antirasuah pun menyesalkan rendahnya komitmen pimpinan instansi mencegah penyelewengan kewenangan.
 
"Ada istilah yang rasanya tepat dalam konteks ini, it takes two to tango. Artinya, kedua belah pihak memiliki tanggung jawab yang sama dan tidak mungkin akan berjalan jika salah satu tidak berkomitmen," jelas Basaria.
 
KPK mengharapkan kepemimpinan lembaga negara memiliki komitmen yang kuat dalam pencegahan korupsi. Dengan begitu, penegakan hukum tak perlu terus dilakukan.
 
KPK menetapkan lima tersangka dalam pengembangan kasus pemberian hadiah terkait fasilitas keluar Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung. Tersangka meliputi mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan Deddy Handoko (DHA), Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ), napi korupsi Tubagus Chaeri Wardana (TCW), dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin (FA).
 
Fuad meninggal saat proses penyidikan berjalan, Senin, 16 September 2019. KPK pun fokus pada penanganan perkara keempat tersangka lainnya.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif