Korban First Travel minta bantuan hukum ke Kejagung. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Korban First Travel minta bantuan hukum ke Kejagung. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Korban First Travel Minta Bantuan Hukum ke Kejagung

Nasional kemelut first travel
Juven Martua Sitompul • 04 Desember 2019 04:56
Jakarta: Korban First Travel didampingi kuasa hukum, Pitra Romadhoni Nasution mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung). Tujuannya untuk meminta perlindungan hukum terhadap Korps Adhyaksa, khususnya terkait aset para korban yang dirampas negara.
 
"Kedatangan kita hari ini ingin minta perlindungan hukum kepada Bapak Jaksa Agung, Bapak Burhanuddin. Karena cuma kejaksaan lah yang bisa menuntaskan masalah ini," harap Pitra di Kejagung, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Pitra hari ini mendatangi Kejagung bersama tiga korban First Travel yakni kuli cuci bernama Widji dan guru honorer, Aisah. Namun, diklaim dia, total korban yang menyerahkan kuasa hukum padanya mencapai ratusan orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada ratusan. Akan tetapi (korban ada) yang mengatakan mewakili ribuan korban. Tapi saya tidak bisa menyatakan mewakili ribuan kalau tidak ada kuasanya," ujarnya.
 
Pitra menilai Kejagung dapat menempuh langkah hukum lain terkait putusan MA yang menyatakan aset First Travel dirampas negara. Salah satunya, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan tersebut.
 
"Makanya kedatangan kami hari ini, kami meminta bantuan hukum ke Kejaksaan Agung RI untuk memberi bantuan hukum kepada mereka," kata Pitra.
 
Tak hanya itu, menurut Pitra, Kejagung sebagai pengacara negara wajib memberikan bantuan hukum kepada korban. Apalagi, kata dia, kasus penipuan First Travel masuk ke ranah tindak pidana.
 
Pitra menyebut terdapat celah dalam putusan MA tersebut. Dia menganggap putusan atas kasus ini masih bisa diuji karena tidak sesuai dengan putusan jaksa.
 
"Tolong diingat, tuntutan jaksa itu (aset) bukan untuk diserahkan ke negara akan tetapi dikembalikan kepada korban. Ini saya menilai ada melampaui batas terhadap putusan tersebut, tetapi saya tetap hormati putusan tersebut," pungkasnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif