Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. (ANT/Reno Esnir)
Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. (ANT/Reno Esnir)

Jejak Nakal Setya Novanto Sejak Dibui

Nasional setya novanto
Arga sumantri • 18 Juni 2019 08:52
Jakarta: Mantan Ketua DPR Setya Novanto divonis 15 tahun penjara terkait perkara korupsi proyek KTP berbasis elektronik (KTP-el) pada April 2018. Novanto dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
 
Masih lekat diingatan bagaimana penanganan kasus Novanto yang penuh drama hingga dibui. Tapi, ulah nakal eks Ketua Umum Partai Golkar itu rupanya tak berhenti saat ia sudah berada di balik jeruji besi.
 
Juli 2018, Novanto diduga menempati sel palsu di Lapas Sukamiskin. Hal itu diketahui saat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Sukamiskin dan ditayangkan eksklusif dalam program televisi, Mata Najwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam acara itu, sang pemandu acara Najwa Shihab berbincang dengan Novanto di dalam sel. Novanto menyebut ruangan yang ditempatinya saat itu merupakan sel yang saban hari ia tiduri.
 
Namun, Najwa mengaku ragu kalau sel itu memang benar penjara Novanto. Sebab, kondisi sel tidak mencerminkan profil Novanto. Najwa lantas mengungkapkan ada informasi dua terpidana korupsi, yakni Novanto dan Muhammad Nazaruddin tak lagi menempati sel aslinya.
 
Informasi dari petugas Lapas Sukamiskin, sel tersebut memang bukan milik Novanto. Ruangan asli Novanto berada di blok timur Lapas.
 
Tak lama berselang, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membenarkan sel yang ditempati Novanto saat sidak bukan sel aslinya. Begitu pula Nazaruddin.
 
April 2019, Novanto dikabarkan terlihat di sebuah rumah makan Padang di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Padahal, Novanto masih menjalani hukuman penjara di Sukamiskin.
 
Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Ade Kusmanto membenarkan Novanto berada di luar Lapas. Namun, Ade menyebut keberadaan Novanto di luar Lapas lantaran tengah mendapatkan penanganan medis di RSPAD.
 
Baca:Alasan Menkumham Pindahkan Novanto ke Rutan Gunung Sindur
 
Menurut Ade, Novanto didiagnosa menderita Arimia, CAD, vertigo, perifier, LBP, DMT2, dan CKD. Novanto mendapat izin perawatan atas rekomendasi dokter Lapas Susi Indrawati dan dokter luar Lapas Ridwan Siswanto.
 
Melalui keterangan tertulis, Ade mengatakan pengeluaran dan pengawalan terhadap Novanto sudah sesuai aturan berdasarkan Pasal 17 ayat 1, dan 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.
 
Seolah tak jera, Novanto kembali berulah. Alih-alih berobat ke Rumah Sakit (RS) Santosa, Bandung, Jawa Barat, Novanto terbukti menyalahgunakan waktu izin berobat dengan pelesiran bersama istrinya di toko bangunan daerah Padalarang.
 
Novanto memang benar tengah mendapatkan izin berobat di RS Santosa Bandung. Namun, Novanto rupanya bersiasat dengan cara meminta izin membayar biaya rumah sakit tanpa pengawalan. Sekitar tiga jam Novanto lepas dari pengawalan petugas.
 
Yasonna Laoly mengakui anak buahnya teledor mengawal Novanto. Yasonna juga menyesalkan ulah Novanto yang mengakali anak buahnya.
 
"Memang ada kelalaian di petugas saya, mengapa diizinkan dia (Novanto) tanpa pengawasan sampai ke bayar bill," kata Yasonna ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin,17 Juni 2019.
 
Baca:Petugas Lapas Pengawal Setnov Terancam Dipecat
 
Menurut Yasonna, prosedur tetap (Protap) pengawalan narapidana korupsi, termasuk Novanto sudah ada. Dalam kasus ini, Yasonna menilai Novanto tampak sengaja beritikad tidak baik.
 
"Beliau ini kan pejabat. Maunya jangan begitulah, kita sebagai orang-orang yang sudah punya pendidikan," ucap Yasonna.
 
Akibat ulahnya, Novanto dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Rutan itu dikenal sebagai penjara yang memiliki pengamanan maksimum (high risk). Rutan tersebut juga dikenal sebagai tempat para teroris dipenjara.
 
Novanto disebut menempati ruang isolasi, satu sel hanya diisi satu narapidana. Namun, pemindahan Novanto bersifat sementara.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif