Ilustrasi tolak gerakan Gafatar. (Foto: Antara/Irwansyah)
Ilustrasi tolak gerakan Gafatar. (Foto: Antara/Irwansyah)

Polisi Selidiki Aliran Dana Gafatar

Nasional gafatar
Arga sumantri • 30 Mei 2016 19:23
medcom.id, Jakarta: Polisi masih menyelidiki sumber aliran dana yang yang masuk ke Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Diduga ada dana segar yang masuk untuk menopang gerakan makar dan penistaan agama yang dilakukan petinggi Gafatar.
 
Kasubdit 1 Keamanan Negara Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri AKBP Satrya Adhy Permana mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan, khususnya soal sumber dana yang diperoleh Gafatar.
 
Sejauh ini, kata Satrya, dana yang dimiliki oleh Gafatar didapat dari iuran anggotanya. Namun, Satrya belum merinci total iuran itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka punya hitungan sendiri soal keuangan. Iuran berdasarkan perhitungan mereka dan aturan yang mereka tetapkan," kata Satrya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).
 
Metode pengumpulan, kata Satrya, dipegang oleh bendahara yang telah ditunjuk. Gafatar punya bendaharan mulai dari tingkat daerah hingga pusat.
 
Satrya belum bisa memastikan jumlah uang atau aset yang dimiliki Gafatar. Termasuk, ada tidaknya penyokong dana utama Gafatar. "Uang kita belum sita. Masih kita selidiki," ujarnya.
 
Polisi Selidiki Aliran Dana Gafatar
Ahmad Moshaddeq. Foto: Antara/Jefri Aries.
 
Polisi sudah menahan pimpinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq/Musaddeq/Musadek alias Abdussalam bersama dua pimpinan Gafatar, Mahful Muis Tumanurung dan Andri Cahya.
 
Ketiganya membagi Indonesia menjadi 12 wilayah dan menetapkan 12 orang sebagai gubernur wilayah versi Gafatar. Satu wilayah berada di Malaysia. Para gubernur versi Gafatar dilantik saat melakukan kegiatan di Bogor pada 15 Agustus 2015.
 
Mereka menamakan negaranya, Negeri Karunia Tuan Semesta Alam Nusantara. 12 wilayah itu terbagi dari Sumatera, Jawa, Kalimantan sampai Papua. Ibu Kota negara di Jakarta. Gafatar sudah punya anggota sebanyak 40 ribu - 50 ribu anggota di Indonesia.
 
Ahmad Musadek kini terancam Pasal 155 huruf a dan Pasal 156 huruf b tentang Penodaan Agama dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara.
 
Sementara Andri dan Mahful Muis Tamanurung dijerat Pasal 110 ayat 1, Jo 107 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif