Jaksa Agung M. Prasetyo menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (18/4/2016). Foto: MTVN/ Yogi Bayu Aji.
Jaksa Agung M. Prasetyo menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (18/4/2016). Foto: MTVN/ Yogi Bayu Aji.

Temui JK, Jaksa Agung Laporkan Kabar Terbaru Penangkapan Samadikun

Yogi Bayu Aji • 18 April 2016 19:42
medcom.id, Jakarta: Jaksa Agung M. Prasetyo menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kedatangan Prasetyo untuk melaporkan penangkapan Buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono.
 
"Beliau minta update mengenai Samadikun Hartono," kata Prasetyo di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).
 
Menurut dia, masalah penangkapan Samadikun masih dikomunikasikan dengan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso. BIN, kata Prasetyo, sudah menempatkan satu deputinya di Tiongkok, tempat Samadikun ditangkap.

Prasetyo menjelaskan, persoalan yang dihadapi sekarang adalah proses pemulangan Samadikun dari Negeri Tirai Bambu. Ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi.
 
"Menangkap buron di negara sendiri dan negara asing kan berbeda. Ada prosedurnya, ada prosesnya, dan itu tentunya yang harus kita clear-kan antara kita dengan mereka," jelas Prasetyo.
 
Samadikun merupakan komisaris utama Bank Modern yang mendapat suntikan dari BLBI. Pemerintah mengucurkan dana Rp 2,5 triliun untuk menyelamatkan Bank Modern yang dihantam krisis pada tahun 1997.
 
Dia memakai sebagian uang itu untuk investasi dan membiayai perusahaan hingga kena jerat hukum. Usai Mahkamah Agung menolak kasasi dan memperberat hukuman menjadi 4 tahun, Samadikun melarikan diri.
 
Sejak 2003, kepolisian dibantu Interpol melacak keberadaan Samadikun di Singapura, Tiongkok, dan Australia. Samadikun akhirnya ditangkap oleh Tim Terpadu Pencari Tersangka, Terpidana, dan Aset dalam Perkara Tindak Pidana di Tiongkok, Jumat 15 April.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan