Legal PT Centra Lingga Diperiksa Terkait TPPU Rita
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Legal PT Centra Lingga Perkasa, Noor Haniah dipanggil penyidik Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar)‎ nonaktif Rita Widyasari (RIW).

"Noor Haniah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RIW," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

Selain Noor Haniah, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lain yaitu Doddy Chandra Bhaktinadi, Muljadi Budiman, dan seorang notaris atau PPAT Ni Putu Sri Sunardewi.


"Ketiganya akan diperiksa untuk tersangka yang sama," kata Febri.

KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU.

Rita dan Khairudin diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

Kedua, Rita dan Khairudin kembali ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Terakhir, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri darinya antara lain mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.





(AZF)