KPK Butuh Penyidik Irhamni buat Tuntaskan Kasus BLBI

Juven Martua Sitompul 17 April 2018 18:57 WIB
kasus blbi
KPK Butuh Penyidik Irhamni buat Tuntaskan Kasus BLBI
Ketua KPK Agus Rahardjo - ANT/Wahyu Putro A.
Jakarta: Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut membutuhkan sosok penyidik Polri bernama Muhammad Irhamni. Dia sudah 10 tahun bekerja di KPK dan kini dikembalikan ke institusi semula. 

Agus menyebut Irhamni dibutuhkan untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Sosok Irhamni lah yang membuat kasus BLBI naik ke tahap penyidikan dengan menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka.

"Memang ada kebutuhan, terus terang yang bersangkutan meneliti kasus BLBI sudah tiga tahun sehingga bisa naik (ke penyidikan)," kata Agus saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.


Agus bilang pihaknya masih memerlukan pengetahuan khusus soal akar dari kasus korupsi BLBI dari Irhamni. Mengingat, hingga kini kasus yang merugikan uang negara hingga Rp4,58 triliun itu masih diusut KPK.

"Kan kami memerlukan pengetahuan yang sangat khusus. Ini yang sebetulnya kenapa juga kemudian terjadi rekrutmen seperti itu karena kebutuhannya sangat spesifik," ujar dia. 

(Baca juga: Pemantik Kemarahan Aris Budiman)

Irhamni sendiri telah dikembalikan ke institusi Polri karena masa tugasnya di KPK telah berakhir. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK, masa penugasan pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK paling lama empat tahun dan dapat diperpanjang satu kali dengan skema 4-4-2, sehingga total keseluruhan 10 tahun.

Agus mengatakan, aturan ini lah yang membuat lembaganya kesulitan menarik kembali Irhamni menjadi penyidik KPK tanpa harus keluar dari Polri. Bahkan, perekrutan Irhamni jadi polemik di internal.

"Kan ada dua pendapat, berdasarkan PP itu, katanya yang sudah bertugas 10 tahun tidak boleh masuk. Nah pendapat lainnya boleh," ucap dia.

Agus mengakui penarikan Irhamni kembali ke KPK lah yang memantik kemarahan Direktur Penyidikan Aris Budiman kepada pegawai KPK lainnya. Aris Budiman mengaku mendapat surat elektronik dari pegawai KPK yang mempersoalkan perekrutan Irhamni.

(Baca juga: Aris Budiman Dinilai Melanggar Kode Etik Lembaga)

Atas perdebatan itu, kelima pimpinan KPK memutuskan untuk menunda sementara pengangkatan kembali Irhamni sebagai penyidik. Lembaga Antirasuah akan mengundang sejumlah ahli untuk membahas perekrutan tersebut.

"Karena ada dua pendapat yang berseberangan, yang kemudian sementara ditunda, dikaji oleh teman-teman biro hukum, yang akan mengajak ahli dari luar, yang benar itu pendapat yang mana," kata dia. 

Dalam waktu dekat KPK akan melimpahkan berkas penyidikan Syafruddin Temenggung ke penuntutan. Penyidik KPK sudah menahan Syafruddin selaku tersangka penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim.

KPK menduga perbuatan Syafruddin itu merugikan negara sebesar Rp4,58 triliun sebagaimana hasil audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id