Kakorlantas Polri Irjen Istiono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kakorlantas Polri Irjen Istiono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

e-TLE Dinilai Efektif Meningkatkan Kedisiplinan Masyarakat

Nasional polri lalu lintas Pelanggaran Lalu Lintas sistem tilang elektronik
Siti Yona Hukmana • 03 Juni 2021 19:49
Jakarta: Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyebut kamera tilang elektronik (e-TLE) efektif mendisiplinkan masyarakat dalam berlalu lintas. Kedisiplinan masyarakat meningkat usai penerapan e-TLE.
 
"Jadi, di titik tertentu yang sudah kita pasang e-TLE kepatuhan masyarakat (dalam berlalu lintas) meningkat 40 persen," kata Istiono di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Istiono meyakini secara perlahan masyarakat akan mematuhi aturan pada Undang-Undang Lalu Lintas. Pelanggaran yang kerap terjadi ialah tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan memasuki jalur bus TransJakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Istiono mengatakan kehadiran kamera e-TLE membuat masyarakat tidak perlu berinteraksi dengan polisi lalu lintas (polantas). Penindakan langsung dilakukan mesin kamera canggih itu.
 
"Kita diuntungkan karena konflik kepentingan di lapangan sudah tidak ada. Interaksi antara petugas dan masyarakat tidak ada. Karena dipaksa dengan aturan yang sudah jelas di lapangan," ujar jenderal bintang dua itu.
 
Menurut Istiono, upaya itu dapat mencegah pungutan liar polisi di lapangan. Kemudian, mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran covid-19 di Indonesia.
 
"Kita dalam penegakan hukum menghindari kerumunan, karena sidang setiap hari 10 ribu sudah tidak ada. Ini juga membantu di masa pandemi covid-19. Ini luar biasa yang sudah kita lakukan, karena terhindar dari kerumunan," ungkap Istiono.
 
Baca: Polres Batang Jaring 334 Pelanggar Tilang Elektronik
 
Polri telah meluncurkan e-TLE nasional. Kamera canggih itu tidak hanya tersebar di wilayah Polda Metro Jaya. Namun, tersebar di beberapa polda lainnya.
 
Antara lain, Polda Jawa Barat (Jabar), Polda Jawa Tengah (Jateng), Polda Jawa Timur (Jatim), Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Polda Riau, Polda Jambi, dan Polda Sumatra Barat (Sumbar). Kemudian, Polda Lampung, dan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).
 
Lalu, Polda Sumatra Utara (Sumut), Polda Sumatra Selatan (Sumsel), Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Polda Banten, Polda Sulawesi Utara (Sulut), dan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Polda Kepulauan Riau (Kepri), Polda Kalimantan Utara (Kaltara), dan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif