10 Saksi Terseret Kasus Peluru <i>Nyasar</i>
Tersangka IAW menjalani proses rekonstruksi penembakan Gedung DPR di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Polda Metro Jaya telah memeriksa 10 orang saksi terkait kasus peluru nyasar yang mengenai Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Pemeriksaan itu untuk menemukan tersangka baru.

"Sampai saat ini sudah 9 saksi yang diperiksa kemudian tambah 1 orang saksi yang berinisial Y, yang kita temukan pada saat proses rekonstruksi kemarin (di Lapangan Tembak)," kata Kasubdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung di Jakarta Selatan, Senin, 22 Oktober 2018.

Menurut dia, Y melihat saat tersangka IAW dan RMY latihan tembak. Y adalah pendamping saat latihan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. "Y diperiksa sebagai saksi," ujar dia.


Sementara itu, switch auto senjata api Glock 17 yang dipakai tersangka adalah tawaran dari H. H juga pendamping saat latihan menembak berlangsung.

"H ini yang menawarkan IAW senjata Glock 17 yang telah dimodif switch auto. Status H juga masih saksi," tambah dia.

Baca: Senjata Otomatis Dilarang Digunakan dalam Olahraga

Sapta pun tak memungkiri hasil pemeriksaan akan menambah jumlah tersangka. "Ya bisa jadi (ada tersangka baru) tergantung hasil pemeriksaan. kita lihat nanti," pungkas dia.

Gedung DPR terkena tembakan pada Senin, 15 Oktober 2018. Enam ruang kerja anggota DPR jadi korban peluru nyasar. Namun, proyektil peluru hanya ditemukan di lima ruangan. 

IAW dan dan RMY, PNS Kementerian Perhubungan, ditetapkan menjadi tersangka. Mereka dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id