Sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Wawan Bantah Gunakan Pengaruh Atut Menjalanan Bisnisnya

Nasional kasus wawan
M Sholahadhin Azhar • 14 November 2019 22:15
Jakarta: Terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) menampik tudingan menggunakan pengaruh mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjalankan bisnisnya. Dalihnya, ia telah menjalankan roda bisnisnya jauh sebelum Atut menjadi Gubernur Banten.
 
"Saya itu pengusaha dari tahun 1995, Provinsi Banten saja baru terbentuk tahun 2000," kata Wawan usai sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis, 14 November 2019.
 
Dia mengaku telah mendirikan perusahaan PT Bali Pacific Pragama sejak 1996. Perusahaan itu didirikan sejak Wawan pertama kali terjun menjadi pengusaha pada 1995.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi jauh hari sebelum bu Atut jadi Gubernur saya sudah jadi pengusaha," kata Wawan.
 
Menurut dia, tak ada permintaan saat itu pada penguasa di Banten saat itu sebelum menjadi provinsi terkait bisnis yang dilakoninya. Dia mencontohkan pada 1995, saat mengerjakan proyek di Sentul, Bogor dan sejumlah proyek lain.
 
Termasuk ketika Wawan dipercaya mengerjakan proyek BUMN. Wawan menegaskan tak ada hubungan antara proyek saat itu dengan jabatan saudaranya.
 
"Kan enggak bisa kan misalnya mempengaruhi gubernur atau misalnya Pak Menteri Pekerjaan Umum. Iya saya akui memang ada proyek-proyek yang saya kerjakan dari APBD Banten, tapi kan itu sesuai prosedur, itu nanti saya akan buktikan," kata Wawan.
 
Kasus TPPU yang menjerat Wawan merupakan pengembangan dari kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang diduga menerima suap Rp1 miliar dari Wawan. Duit itu terkait sidang perkara gugatan Pilkada Lebak di MK pada 2013.
 
Pada perkara ini, KPK menelusuri aset kekayaan Wawan yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi yakni yang bersumber dari proyek-proyek yang dikerjakan perusahaanya, PT Bali Pacific Pragama (BPP).
 
Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah itu diduga telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari Pemerintah Provinsi Banten dan beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai kontrak sekitar Rp6 triliun dalam rentang waktu 2006-2013.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif