Terdakwa kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana. Foto: Bary Fathahilah/MI
Terdakwa kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana. Foto: Bary Fathahilah/MI

Tiga Anak Buah Imam Nahrawi Divonis Hari Ini

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Fachri Audhia Hafiez • 12 September 2019 07:47
Jakarta: Tiga pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menjalani sidang pembacaan vonis terkait kasus dugaan suap dalam dana hibah Kemenpora di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Mereka yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Kemenpora Eko Triyanta.
 
Informasi yang dihimpun Medcom.id, perkara Mulyana dengan nomor 57/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.pst akan bersidang di ruang Kusuma Admaja 1, Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019, pukul 10.00 WIB.
 
Sedangkan Adhi dan Eko akan menjalani sidang di ruang Sarwata. Sidang dengan nomor perkara 58/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.pst itu akan digelar dengan waktu yang bersamaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulyana sebelumnya dituntut hukuman tujuh tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara Adhi dan Eko terancam hukuman lima tahun bui serta denda Rp200 subsider tiga bulan kurungan.
 
Mulyana diyakini menerima suap dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy beserta Bendahara Umum KONI Johny E Awuy. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Johny dan Ending memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu unit handphone merek Samsung Galaxy Note 9.
 
Sedangkan Eko dan Adhi menerima Rp215 juta dari Ending Fuad Hamidy. Suap diberikan sebagai ucapan terima kasih, karena telah melancarkan proses persetujuan dan pencarian dana hibah Kemenpora yang akan diberikan kepada KONI.
 
Dalam surat dakwaan, pengajuan dana itu termuat dalam Proposal Dukungan KONI Pusat Dalam Rangka Pengawasan dan Pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018. Kedua, Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan Pendampingan Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Pada Multi Event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Nilai proposal pertama disetujui oleh Kemenpora sebesar Rp30 miliar. Sementara proposal kedua berjumlah Rp17,971 miliar.
 
Namun, pada proses pengajuan itu ada kesepakatan pemberian komitmen fee dari KONI Pusat kepada pihak Kemenpora. Pemberian fee ini sesuai arahan Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi kepada Ending dan Johny.
 
Mulyana, Eko Triyanta dan Adhi Purnomo dianggap melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif