Pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo. Foto: MI/Pius Erlangga
Pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo. Foto: MI/Pius Erlangga

Pengusaha Didakwa Suap Eks Bupati Lamteng Rp7,5 Miliar

Nasional Suap Bupati Mustafa
Fachri Audhia Hafiez • 09 September 2019 18:14
Jakarta: Pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo, didakwa menyuap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Rp7,5 miliar. Suap diduga terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah.
 
"Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, berupa perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September 2019.
 
Suap diterima Mustafa melalui Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman. Uang rasuah diberikan secara bertahap, yakni Rp2 miliar sebanyak tiga kali pada November 2017 dan Rp1,5 miliar pada Desember 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus ini bermula saat Mustafa memerintahkan Taufik mengumpulkan uang komitmen fee dari rekanan dan/atau calon rekanan pada Mei 2017. "Terdakwa mengatakan 'saya butuh uang untuk nyalon Gubernur Lampung, sehingga kebutuhan banyak. Minta tolong dicairkan uang, nanti lewat siapanya dari rekanan yang biasa kerja di Lampung Tengah'," beber Jaksa Ali menirukan Mustafa.
 
Pengumpulan fee itu diduga untuk memenuhi permintaan uang oleh DPRD Lampung Tengah.
DPRD Lampung Tengah membutuhkan uang untuk pengesahan APBD Lampung Tengah dan persetujuan pinjaman pemerintah setempat kepada PT Sarana Multi Insfratruktur (SMI).
 
Pemerintah Lampung Tengah mengajukan pinjaman dana ke PT SMI Rp300 miliar untuk kepentingan pembangunan jalan dan jembatan pada Mei 2017. Mustafa meminta bantuan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Madani, mengurus pinjaman itu.
 
Direktur PT Purna Arena Yudha, Purwanto bersama Simon bertemu Taufik dan stafnya Rusmaladi alias Ncus membicarakan proyek pembangunan jalan yang akan dibangun 2018 pada Oktober 2017. Namun, Simon harus menyerahkan komitmen fee 20 persen dari nilai pekerjaan.
 
Simon menyanggupi proyek pekerjaan ruas jalan Sri Basuki-Krangkeng yang menelan anggaran Rp17,07 miliar. Kemudian, ruas jalan Rukti Basuki-Bina Karya Utama dengan anggaran Rp51,6 miliar.
 
Simon kemudian menyerahkan komitmen fee itu melalui Ncus. Uang diserahkan secara bertahap sekira bulan November hingga Desember 2017.
 
Ncus melaporkan pengumpulan uang ke Taufik, setelah itu dilaporkan Taufik pada Mustafa. Taufik lalu menyerahkan uang kepada beberapa anggota DPRD Lampung Tengah secara bertahap atas perintah Mustafa.
 
Legislator yang menerima uang itu di antaranya:
1. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung Tengah, Raden Zugiri, Rp1,5 miliar.
2. Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, Natalis Sinaga, Rp2 miliar
3. Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung Tengah, Bunyana alias Attubun, Rp2 miliar
4. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Tengah, Zainuddin, Rp1,5 miliar
5. Ketua DPRD Lampung Tengah, Achmad Junaidi Sunardi, Rp1,2 miliar.
 
Sisa uang lalu diserahkan Ncus kepada Taufik. Aksi itu diketahui KPK. Mustafa, Taufik dan beberapa legislator Lampung Tengah ditangkap dalam operasi tangkap tangan.
 
Simon didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Mustafa lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018. Dalam kasus itu Mustafa divonis tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Kemudian, Mustafa kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah tahun anggaran 2018 pada Januari 2019.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif