Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) menyerahkan tongkat komando kepada pejabat baru Kabareskrim Irjen Pol Idham Azis (tengah) saat upacara serah terima jabatan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/1/2019). ANTARA FOTO/ RENO ESNIR
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) menyerahkan tongkat komando kepada pejabat baru Kabareskrim Irjen Pol Idham Azis (tengah) saat upacara serah terima jabatan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/1/2019). ANTARA FOTO/ RENO ESNIR

Idham Azis Diharap Lanjutkan Tren Positif Tito Karnavian

Nasional calon kapolri
Medcom • 24 Oktober 2019 21:46
Jakarta: Komjen Idham Azis diharap bisa meneruskan tren positif dari Jenderal Tito Karnavian jika lolos uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III DPR RI. Anggota DPR Achmad Baidowi menilai Presiden Joko Widodo sudah secara matang mengajukan Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri.
 
"Mengenai calon Kapolri pengganti Pak Tito, yakni Komjen Idham Aziz, saya kira itu bagus. Harapan kami kepada Pak Idham Azis nanti adalah melanjutkan prestasi-prestasi atau kepemimpinan Polri di zaman Pak Tito," kata Achmad Baidowi saat dikonfirmasi, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Baidowi menjelaskan Idham Azis harus tetap bisa menjaga stabilitas keamanan di beberapa wilayah di Indonesia. Namun menurut Baidowi mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mempunyai beberapa Pekerjaan Rumah (PR) terkait situasi keamanan, salah satunya di Papua. Idham Azis diminta memberikan perhatian khusus terhadap Bumi Cenderawasih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PR lainnya kata Baidowi adalah penanganan demonstrasi di beberapa tempat yang harus dievaluasi. Terutama soal penembakan saat unjuk rasa di Kendari beberapa waktu lalu yang menyebabkan korban jiwa.
 
"Sampai ada peluru dalam penanganan aksi, maka itu harus diusut tuntas. Karena tidak sepenuhnya polisi itu salah. Bisa jadi polisi itu diprovokasi, sehingga balik menyerang. Namun hal itu akan menjadi perdebatan di publik. Agar tidak menjadi perdebatan, sebaiknya polisi menyampaikan itu secara terbuka hasilnya," jelas Baidowi.
 
Baidowi kembali mengatakan agenda ke depan adalah kapolri baru harus bisa menjamin keamanan saat Pilkada serentak di beberapa daerah pada tahun 2020. Selebihnya tugas rutin, khususnya dalam promosi jabatan dari setiap angkatan di kepolisian yang juga perlu dievaluasi.
 
"Karena sekarang informasinya yang numpuk itu adalah perwira menengah yakni AKBP dan Kombes di Polri. Karena ini imbas ditutupnya Polwil-polwil di Indonesia sehingga banyak AKBP dan Kombes numpuk dan mereka idealnya perlu naik ke perwira tinggi," pungkas Baidowi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif