Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa. Foto: Medcom/Whisnu
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa. Foto: Medcom/Whisnu

KPK Dinilai Sedang Menghadapi Partai Penguasa

Nasional operasi tangkap tangan
Whisnu Mardiansyah • 13 Januari 2020 16:23
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa menilai gagalnya penggeledahan kantor DPP PDIP bukan masalah birokrasi semata. Lebih dari itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)sedang menghadapi partai penguasa.
 
"Nah persoalannya ini birokrasi atau siapa pun tidak mampu menggeledah institusi partai ini karena mereka berkuasa," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2019.
 
Menurut Desmond, gagalnya penggeledahan bukti revisi Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK menghambat kinerja lembaga antirasuah. Dalam Pasal 37 B ayat 1, penggeledahan harus seizin Dewan Pengawas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penggeledahan misalnya hari ini, ditetapkan tapi seminggu kemudian diumumkan akan digeledah. Substansi penggeledahan tentang barang bukti saja sudah tidak masuk akal," kata Politikus Partai Gerindra itu.
 
Desmond menambahkan dalam konteks hukum acara pidana, penggeledahan tidak diumumkan ke publik. Hal ini untuk menghindari penghilangan barang bukti.
 
"Tujuan penggeledahan itu agar barang bukti tidak dihilangkan. Tapi kalau diumumkan seminggu kemudian digeledah, itu namanya omong kosong," ujarnya.
 
Sementara itu, KPK mengklarifikasi kabar gagalnya penggeledahan salah satu ruangan di kantor DPP PDI Perjuangan. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli menyebut kedatangan penyidik hanya ingin menyegel salah satu ruangan.
 
"Bukan penggeledahan tapi itu mau buat KPK line, jadi untuk mengamankan ruangan," kata Lili di Gedung KPK Jakarta Selatan, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Lili mengamini penyidik sempat menyambangi DPP PDIP terkait operasi tangkap tangan (OTT) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Namun, ia membantah penyidiknya tak disertai surat tugas.
 
"Surat tugasnya lengkap. Tapi, sekuriti, dia harus pamit ke atasannya," kata Lili.
 
Lili menerangkan pihak keamanan sempat menelepon atasannya. Lili tak menyebut lugas atasan dimaksud apakah kepala keamanan gedung, atau sang empu ruangan yang hendak disegel. Lili juga tak menjelaskan ruangan siapa yang ingin disterilisasi penyidik.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif