Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

KPK Berpeluang Kembali Memeriksa Menag Lukman

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 13 Juni 2019 11:02
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan kembali memanggil Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Lukman berpeluang diperiksa dalam proses penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag yang menjerat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
 
Pemeriksaan orang nomor satu di Kemenag ini dimungkinkan setelah sejumlah fakta tentang keterlibatannya muncul dalam persidangan. Apalagi, Lukman disebut 'otak' dari skandal seleksi jabatan di Kemenag.
 
"Kemarin sudah diperiksa, tapi kalau masih dibutuhkan bisa saja kami periksa dalam proses penyidikan dalam kasus ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakta teranyar soal keterlibatan Lukman muncul pada persidangan terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin kemarin. Dalam sidang, peran Lukman diungkap secara terang.
 
Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Kholis, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang menyebut, Lukman kekeh memerintahkan panitia seleksi jabatan untuk segera meloloskan Haris Hasanuddin. Lukman bahkan disebut siap pasang badan atas pelantikan tersebut.
 
Tak hanya Haris Hasanuddin, Nur Kholis selaku ketua panitia seleksi, juga dipaksa Lukman untuk meloloskan Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Padahal, pelantikan kedua pejabat ini maladministrasi atau cacat.
 
(Baca juga:Menag Disebut Intervensi Proses Seleksi Jabatan Kakanwil)
 
Febri enggan menjelaskan kemungkinan Lukman menjadi tersangka baru dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag. Dia juga menjawab diplomatis saat disinggung fakta-fakta sidang menjadi bukti kuat untuk menjerat Lukman.
 
"Proses persidangan masih berjalan jadi kita simak dulu nanti kita lihat fakta-fakta yang muncul di persidangan tersebut," kata dia.
 
Tak hanya di kasus suap jual beli jabatan, menurut Febri, penyidik juga kemungkinan bakal kembali memeriksa Lukman dalam kasus rasuah lain yang tengah diusut KPK. Lembaga Antirasuah diketahui tengah membuka penyelidikan baru terkait dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag.
 
Penyelidikan baru ini terendus saat penyidik pertama kali memeriksa Lukman pada Rabu, 22 Mei 2019. Sayangnya, KPK masih irit bicara saat diminta menjelaskan detail dugaan korupsi tersebut.
 
"Bisa juga kembali dimintai keterangan terkait penyelidikan haji yang sedang dilakukan kemarin," kata dia.
 
Febri belum bisa memastikan waktu pemeriksaan Lukman. Yang jelas, kata Febri, pemanggilan politikus PPP itu akan disampaikan ke publik setelah menerima informasi jadwal resmi dari penyidik.
 
"Nanti kalau dibutuhkan akan kami Panggil itu tergantung tim yang menangani perkara ikan banyak sekali," kata dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif