Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino usai diperiksa KPK. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,
Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino usai diperiksa KPK. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,

Usai 11 Jam Diperiksa, KPK tak Langsung Menahan RJ Lino

Nasional pelindo ii
M Sholahadhin Azhar • 23 Januari 2020 22:51
Jakarta: Eks Direktur Utama Pelindo II RJ Lino rampung menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). RJ Lino diperiksa lebih dari 11 jam.
 
Pascapemeriksaan tersebut, KPK tidak langsung melakukan penahanan dan masih membebaskan RJ Lino. Ia keluar dari gedung KPK pukul 21.45 WIB usai diperiksa sejak pukul 10.15 WIB.
 
Plt juru bicara KPK Ali Fikri menanggapi RJ Lino yang dibiarkan bebas. Menurut dia, hal tersebut menjadi kewenangan penyidik terkait upaya paksa penanganan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu kebutuhan dari penyidikan. Jadi kita ikuti perkembangannya," kata Ali di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Namun yang jelas, penyidik tengah menyelesaikan berkas perkara RJ Lino. Dia optimistis pemberkasan tahap pertama tidak memakan waktu lama.
 
"Baru kemudian ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan tersangka dan barang bukti atau biasa kita sebut dengan tahap II, baru limpahkan ke pengadilan Tipikor," ujar Ali.
 
Sementara itu, usai pemeriksaan, RJ Lino enggan berkomentar banyak. Ia hanya menekankan jasanya saat berada di perusahaan BUMN itu.
 
Ia bilang ketika dirinya pertama kali masuk ke Pelindo II aset perusahaan pelat merah tersebut sebesar Rp6,5 triliun. Dalam waktu 6,5 tahun, ia bisa meningkatkan aset Pelindo II hingga menjadi Rp45 triliun.
 
"Pertama saya terima kasih, karena setelah nunggu empat tahun akhirnya saya dipanggil juga ke sini. Saya harap proses ini bisa menjelaskan bagaimana stasus saya karena saya terakhir ke sini Februari 2016, jadi ini empat tahun," kata dia, Kamis 23 Januari 2020.
 
"Saya cuman bilang satu hal, waktu masuk Pelindo II asetnya Rp6,5 triliun. Waktu saya berhenti asetnya Rp45 triliun. (Dalam waktu) 6,5 tahun," kata dia.
 
RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukkan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.
 
RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015. Namun pengusutan kasus itu belum rampung. Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. Dia terakhir diperiksa pada 5 Februari 2016.
 

(SCI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif