Konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur/Medcom.id/Kautsar.
Konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur/Medcom.id/Kautsar.

DVI Polri Terima 16 Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air

Nasional sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Loses Contact
Kautsar Widya Prabowo • 11 Januari 2021 10:53
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali menerima sejumlah kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya SJ-182. Kantong jenazah tersebut berisi beberapa data post mortem terkait korban. 
 
"Sampai jam 9 ini Tim DVI telah menerima 16 kantong jenazah," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, 11 Januari 2021.
 
Rusdi menjelaskan 16 kantong itu berisikan beberapa bagian tubuh korban. Selain itu, terdapat tambahan tiga kantong yang berisikan properti korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh data post mortem yang didapat akan diindentifikasi dengan data antemortem atau data dari keluarga korban. Kelengkapan data baik post mortem dan antemortem akan mempercepat proses identifikasi korban.
 
Baca: DVI Polri Kantongi 40 DNA Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182
 
"DVI akan melakukan pencocokan antara data antemortem dan postmortem ketika diketemukan kecocokan antara dua data tersebut maka status korban dinyatakan teridentifikasi," kata dia.
 
Keluarga penumpang bisa segera melaporkan data antemortem ke posko di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur; Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara; dan di Bandara Supadio, Pontianak.
 
Keluarga juga bisa segera menghubungi ke nomor hotline Rumah Sakit Polri: 0812-3503-9292 untuk berkoordinasi.
 
Adapun identitas korban yang diperlukan dalam proses identifikasi antara lain data primer mulai dari nama, usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, alamat, rumus sidik jari, gigi, dan DNA.
 
Serta data sekunder berupa foto terakhir korban, tampak gigi korban, dan ciri khusus seperti tato dan sebagainya. Selain itu, catatan medis (tinggi dan berat badan, bekas operasi, cacat bawaan), barang korban ( pakaian yang dipakai, jam, cincin, kalung, anting, gigi palsu).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif