Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Prajurit TNI Diduga Hajar Jusni dengan Meja Hingga Motor

Nasional tni penganiayaan kekerasan
Kautsar Widya Prabowo • 16 November 2020 00:45
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut korban penganiayaan yang diduga dilakukan prajurit TNI, Jusni, mengalami luka parah di bagian wajah dan punggung. Luka tersebut diakibatkan beragam benda tumpul.
 
"Kondisi korban setelah mengalami penyiksaan ada luka lebam yang begitu hebat di area muka, luka sabetan di punggung," ujar staf Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rizaldy saat konferensi pers virtual, Minggu, 15 November 2020.
 
KontraS, kata Andi, telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan barang bukti rekaman kamera closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, Jakarta Utara. Beberapa video memperlihatkan bagaimana Jusni dianiaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Anggota TNI Diduga Melakukan Kekerasan hingga Berujung Kematian
 
"Alat penyiksaan meja (makan) terlihat jelas meja dipukul ke almarhum, tongkat, motor yang ditabrakkan kepada korban, tangan kosong, dan kaki," jelas dia.
 
Rekaman video CCTV itu diambil dari Jalan Edam, Kelurahan Tajung Priok, Jakarta Utara, yang menjadi lokasi kedua penganiayaan. Sementara itu, lokasi pertama penganiayaan yang terjadi pada 9 Februari 2020 itu ada di Kafe Dragon Star.
 
Kemudian Jusni dibawa ke asrama TNI di kawasan Jakarta Utara. Di lokasi ketiga itu, korban dihajar menggunakan hanger.
 
"Hanger ini ada keterangan dari korban, saat dijemput oleh Bang Maulana (pendamping hukum) dibawa ke mes dan mendapat sabetan," tutur Andi.
 
Akibat serangkaian penganiayaan itu, Jusni dilarikan ke Rumah Sakit Koja. Pada 13 Februari 2020, nyawa korban tidak tertolong.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif