medcom.id, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan sejumlah pesan lewat Blackberry Messenger (BBM), yang ditulis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada seseorang.
Dari pesan yang dibacakan, diduga Anas meminta seseorang untuk membantu mengurus kasus yang tengah menjeratnya. Hal ini bermula ketika Anas yang tengah diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/9/2014) malam.
Anas ditanyai soal kebiasaannya mengirim pesan lewat BBM, Anas membenarkan dia biasa berkomunikasi lewat telepon, SMS, dan BBM, sesuai kebutuhannya. Salah satu orang yang kerap dikirim pesan BBM oleh Anas adalah nama pofil Wisanggeni. "Betul," kata Anas singkat.
Tak lama, langsung jaksa meminta izin pada Majelis Hakim untuk membacakan isi BBM tersebut. "Ril, 100 dikasih 15 DPC, 100 dikasihkan NZ langsung, beli BB NZ, NRL, EVA," kata jaksa mengutip pesan BBM Anas kepada Wisanggeni.
"Kemudian berikutnya, Eva kasih ke Pasha dan Dewo EO 2M dan 560 JT," sambung jaksa mengutip pesan BBM Anas, "kemudian berikutnya, Hambalang: usahakan anggaran karena ada perusahaan istri."
"Kemudian berikutnya, tanah Jogja dikaitkan dengan 1 juta dari NZ, keterangan NZ saja, dicari hub telpon antara gerald dengan ajudan, janji ketemuan NZ di tahun 2010. BAP Nuril tidak ada, tetapi kasih petunjuk-petunjuk tentang pemberian tadi. janji NZ melalui ADC dan Gerald. jangan sampai ada bukti-bukti kepemilikan di rumah. TPPU, jangan sampai ada bukti perintah cari dana kongres."
"Berikutnya, hub AU-NZ sejak lama sudah kurang bagus bahkan sehabis kongres hub menjadi buruk Anas Urbaningrum."
"Kemudian ada juga lagi, Anas: elektabilitas Demokrat tergantung SBY."
"Ini salah satu konten komunikasi BBM yang ada di Wisanggeni," kata Jaksa Yudi usai membacakan seluruh konten yang dimaksud.
Mendengar itu, Anas tidak langsung menjawab, dengan suara datar dia justru balik bertanya pada Jaksa KPK. "Tolong Pak Jaksa, tolong bisa disampaikan dari siapa?" tanya Anas. "Ini dari BBM yang profil Wisanggeni," jawab jaksa Yudi.
Usai dijawab jaksa penuntut umum, Anas masih tampak kebingungan dan menanyakan kembali siapa yang dimaksud.
"Yang mulia, mohon jika berkenan bisa disampaikan itu BB dari apa namanya, kalau ada pesan, pesan dari siapa, konteksnya apa. dan tolong kalau ada, apa respons atau jawaban dari Wisanggeni. Itu akan menjelaskan bukan sesuatu yang sepihak untuk melihat secara utuh itu sebagai apa," kilah Anas.
Mendengar jawaban itu, Hakim Ketua Haswandi menengahi, dengan tegas Haswandi menanyakan, apa pesan yang ada ditulis oleh Anas. Namun, dia membantahnya. "Kalau dari saya pasti tidak, kerena saya tidak pernah menulis pesan seperti itu," pungkas dia.
medcom.id, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan sejumlah pesan lewat Blackberry Messenger (BBM), yang ditulis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada seseorang.
Dari pesan yang dibacakan, diduga Anas meminta seseorang untuk membantu mengurus kasus yang tengah menjeratnya. Hal ini bermula ketika Anas yang tengah diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/9/2014) malam.
Anas ditanyai soal kebiasaannya mengirim pesan lewat BBM, Anas membenarkan dia biasa berkomunikasi lewat telepon, SMS, dan BBM, sesuai kebutuhannya. Salah satu orang yang kerap dikirim pesan BBM oleh Anas adalah nama pofil Wisanggeni. "Betul," kata Anas singkat.
Tak lama, langsung jaksa meminta izin pada Majelis Hakim untuk membacakan isi BBM tersebut. "Ril, 100 dikasih 15 DPC, 100 dikasihkan NZ langsung, beli BB NZ, NRL, EVA," kata jaksa mengutip pesan BBM Anas kepada Wisanggeni.
"Kemudian berikutnya, Eva kasih ke Pasha dan Dewo EO 2M dan 560 JT," sambung jaksa mengutip pesan BBM Anas, "kemudian berikutnya, Hambalang: usahakan anggaran karena ada perusahaan istri."
"Kemudian berikutnya, tanah Jogja dikaitkan dengan 1 juta dari NZ, keterangan NZ saja, dicari hub telpon antara gerald dengan ajudan, janji ketemuan NZ di tahun 2010. BAP Nuril tidak ada, tetapi kasih petunjuk-petunjuk tentang pemberian tadi. janji NZ melalui ADC dan Gerald. jangan sampai ada bukti-bukti kepemilikan di rumah. TPPU, jangan sampai ada bukti perintah cari dana kongres."
"Berikutnya, hub AU-NZ sejak lama sudah kurang bagus bahkan sehabis kongres hub menjadi buruk Anas Urbaningrum."
"Kemudian ada juga lagi, Anas: elektabilitas Demokrat tergantung SBY."
"Ini salah satu konten komunikasi BBM yang ada di Wisanggeni," kata Jaksa Yudi usai membacakan seluruh konten yang dimaksud.
Mendengar itu, Anas tidak langsung menjawab, dengan suara datar dia justru balik bertanya pada Jaksa KPK. "Tolong Pak Jaksa, tolong bisa disampaikan dari siapa?" tanya Anas. "Ini dari BBM yang profil Wisanggeni," jawab jaksa Yudi.
Usai dijawab jaksa penuntut umum, Anas masih tampak kebingungan dan menanyakan kembali siapa yang dimaksud.
"Yang mulia, mohon jika berkenan bisa disampaikan itu BB dari apa namanya, kalau ada pesan, pesan dari siapa, konteksnya apa. dan tolong kalau ada, apa respons atau jawaban dari Wisanggeni. Itu akan menjelaskan bukan sesuatu yang sepihak untuk melihat secara utuh itu sebagai apa," kilah Anas.
Mendengar jawaban itu, Hakim Ketua Haswandi menengahi, dengan tegas Haswandi menanyakan, apa pesan yang ada ditulis oleh Anas. Namun, dia membantahnya. "Kalau dari saya pasti tidak, kerena saya tidak pernah menulis pesan seperti itu," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)