Jaksa Agung HM Prasetyo--MI/ARYA MANGGALA
Jaksa Agung HM Prasetyo--MI/ARYA MANGGALA

Jaksa Agung Tegaskan Tak Tebang Pilih Kasus

Sri Utami • 10 Desember 2014 21:04
medcom.id, Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo tegaskan, dirinya tak tebang pilih dalam lakukan penegakan hukum meskipun yang berperkara berada dilingkup partai yang pernah menaunginya, Partai Nasional Demokrat.
 
“Ini bukti tegas bahwa kami dalam penegakan hukum tidak ada tebang pilih, siapa pun yang bersalah harus diproses hukum,” ujar Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).
 
Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menahan kader partai NasDem pada Selasa (9/12/2014) kemarin. Mantan Gubernur Sulteng, H Banjela Paliuju ditahan atas kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas, dana pemeliharaan kesehatan, dan dana operasional senilai Rp 21 miliar pada 2006 hingga 2011.

lanjut Prasetyo, dia tak peduli latar belakang dan profesi, hingga kader partai yang terlibat perkara. Bila terindikasi kuat disertai barang bukti terlibat tindak pidana korupsi, langsung ditindak.
 
“Saya tidak peduli dia dari mana pun latar belakangnya, afilasi politiknya dari mana, dari mana asalnya, sukunya dari mana, pendidikannya apa dan profesinya apa semua harus diproses. Karena semua orang memiliki hak dan kewajiban sama di bawah hukum,” tegas Jaksa Agung.
 
Sementara itu menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Wacth (ICW) Agus Sunaryanto, menilai Jaksa Agung melakukan penahanan memang berdasarkan prinsip penegakan hukum yang benar dengan proses pengumpulan barang bukti yang kuat dan cukup. Namun dirinya berharap penahanan terhadap salah satu kader partai tersebut tidak menjadi pencitraan, agar Jaksa Agung dinilai tidak pilih-pilih perkara.
 
“Prinsipnya jika memanng sudah ditahan artinya sudah masuk ke proses penyidikan dengan bukti yang kuat. Tapi hal ini juga jangan sampai sekedar menjadi pencitraan saja. Jaksa agung harus benar-benar bisa membuktikan dengan standar penegakan hukum yang kuat dan tinggi,” jelasnya.
 
Dirinya juga menegaskan, sikap jaksa agung akan terus menjadi sorotan publik dan menjadi pertaruhan untuk membuktikan keseriusannya menangani setiap perkara korupsi.
 
“Ini menjadi pertaruhan jaksa agung saat ini. Dia harus bisa membuktikan bahwa dia serius dan tidak tebang pilih. Jangan sampai nantinya kasus ini publik lengah malah dikeluarkan SP3,’’ cetusnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan