Dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. ANTARA/Abdul Wahab
Dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. ANTARA/Abdul Wahab

Penasihat Hukum Penyerang Novel Sepakat dengan Tuntutan Jaksa

Nasional novel baswedan
Yurike Budiman • 30 Juni 2020 02:06
Jakarta: Penasihat hukum Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, terdakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan, sepakat kedua terdakwa dituntut satu tahun penjara. Mereka menyebut hukuman penjara satu tahun sebagai pembelajaran.
 
"Tujuan persidangan bukan hanya memberikan hukuman ke terdakwa tapi juga pelajaran kepada masyarakat," kata pengacara terdakwa, Eddy Purwatmo, saat membacakan duplik (jawaban kedua) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin, 29 Juni 2020.
 
Dalam sidang pembacaan tuntutan pada 11 Juni 2020 lalu, JPU menuntut kedua terdakwa dihukum satu tahun penjara. Tuntutan tersebut dinilai ringan dan tak sebanding dengan cacat permanen yang dialami mata Novel Baswedan hingga mengalami kebutaan. Namun, tuntutan satu tahun telah didasari pertimbangan yang meringankan kedua terdakwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jaksa Agung Tak Menyalahkan JPU Soal Tuntutan Penyerang Novel
 
Dia menyebut ini menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa ada apresiasi berupa berat atau ringannya hukuman yang diberikan bila seseorang telah mengakui dan menyerahkan diri. Bila terdakwa dituntut lebih berat maka tidak memberikan pembelajaran yang baik.
 
"Bagi pelaku yang jujur dan mau menyerahkan diri sudah sepatutnya diberikan penghargaan dengan tuntutan yang rendah dari penuntut umum," kata Eddy.
 
Menurutnya, tidak semua pelaku berani bertanggungjawab di persidangan dan menunjukkan sikap ksatrianya. Bahkan dalam sidang hari ini, penasihat hukum terdakwa membela JPU, dengan mengkritik pihak-pihak yang tidak mengikuti seluruh persidangan.
 
"Hanya kalangan tertentu yang misleading dan mispersepsi terhadap tuntutan JPU karena dari awal tidak mengetahui fakta-fakta dan seenaknya mengomentari rendahnya tuntutan JPU dengan asumsi mereka sendiri dan narasi yang menurut mereka benar," jelas dia.
 
Setelah gelaran sidang hari ini dengan agenda pembacaan duplik, Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan pada 16 Juli 2020 mendatang di PN Jakarta Utara.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif