LBH Masyarakat Sayangkan Vonis Mati Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan--Medcom.id/Deny Irwanto
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Aman Abdurrahman. Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBH) Masyarakat menyayangkan vonis tersebut.

"LBH Masyarakat mengecam vonis mati yang dijatuhkan terhadap Aman Abdurrahman dan menolak hukuman mati atas kejahatan apapun," kata Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Juni 2018.

Terlepas dari itu, ia mengaku memahami bahwa aksi terorisme yang dilakukan jaringan Aman Abdurahman adalah tindakan yang keji dan telah memakan banyak korban. Namun, kata dia, hukuman mati bukanlah jawaban atau respon yang tepat untuk mengatasi serangan teror yang terjadi di Indonesia. 


"Sebelumnya di 2008, tiga pelaku teror, Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas telah dieksekusi. Namun nyatanya, eksekusi mati terhadap ketiganya tidak menyurutkan aksi terorisme," ungkap Ricky.

Baca: Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Ia menilai, eksekusi mati dalam kasus terorisme justru berpotensi menyulut perlawanan balik dan dapat menguatkan semangat mereka (teroris) untuk melanjutkan aksi teror. Maka, ia lebih bersimpati dengan hukuman seumur hidup ketimbang hukuman mati.

"Terhadap Aman Abdurrahman, salah satu opsi penghukuman yang bisa diambil misalnya hukuman seumur hidup sambil yang bersangkutan menjalani proses deradikalisasi," ujarnya.

Ricky menambahkan, hukuman mati adalah hukuman yang bersifat ilusi. Sebab, kata dia, hukuman yang seolah dinilai dapat mengatasi maraknya serangan teror yang terjadi, padahal tidak berhasil menghentikan laju perkembangan terorisme. 

"Kejahatan terorisme itu kejahatan yang kompleks dan membutuhkan solusi terukur bersifat jangka panjang dan holistik. Maka, tidak bisa mengandalkan langkah reaksioner seperti hukuman mati," tandasnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id