Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Polrestabes Surabaya Pantau Aktivitas Terorisme

Nasional terorisme Tangkal Radikalisme
Ilham wibowo • 24 Juli 2018 05:55
Surabaya: Polrestabes Surabaya memastikan jajaranya terus memantau keberadaan dan aktivitas kelompok yang dianggap terpapar radikalisasi terorisme. Penanganan dilakukan untuk level katagori hijau hingga level katagori kuning.
 
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pembagian level aktivitas kelompok radikal merupakan pemetaan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Satuan tugas Antiterorisme tingkat kota bersama pemerintah daerah ikut membantu memantauan level rendah hingga menengah.
 
"Pascabom 13 dan 14 Mei itu, kami membuat Satgas Antiteror untuk bantu temen-temen Densus 88, kami yang level hijau ke kuning," ujar Rudi ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Senin, 23 Juli 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rudi tak menjabarkan berapa besar jumlah kelompok yang ikut terpapar radikalisasi terorisme itu. Ia hanya memastikan data intelijen yang dimiliki berfungsi agar suasana lingkungan masyarakat tetap kondusif.
 
"Kami bantu dengan memantau yang bibit lah, atau yang jaraknya 10 kilometer dari target utama," ujarnya.
 
Baca juga: Tangkal Radikalisasi, Polrestabes Surabaya Berbaur dengan Warga
 
Rudi menambahkan, kontra radikalisasi terorisme juga dilakukan di dunia maya. Komunitas media sosial pun diajak bekerja sama untuk melawan berita bohong dan menyesatkan.
 
"Prinsipnya daripada kita diserang, kita menyerang duluan. Jadi di media sosial kami juga berperang di sana, grup netizen kami selalu mengkampanyekan bahwa paham-paham itu tidak benar," ujarnya.
 
Kelompok mahasiswa juga direkrut untuk menyebarkan pemahaman yang baik kepada masyarakat. Cara kampanye ini dinilai efektif lantaran jumlah personel humas Polrestabes Surabaya yang terbatas.
 
"Kalangan mahasiswa direkrut dan dibayari kosnya, itu kita selalu membuat edukasi di sana, jangan cepat mau ikut rayuan-rayuan yang ending-nya akan menanamkan benih-benih radikalisme di diri manusia," tandasnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif