Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri melakukan perjalanan dinas ke Seoul, Korea Selatan (Korsel). Dalam kunjungan kerja itu, Firli sempat memberikan ceramah di Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea dan para diaspora di sana.
Firli berharap Indonesia dan Korea konsisten bersama-sama memberantas korupsi. "Korupsi adalah permasalahan serius karena tidak ada negara yang bisa mewujudkan tujuannya jika ada korupsi," kata Firli dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 26 September 2023.
Menurut Firli, konsistensi pemberantasan korupsi secara lintas negara penting dilakukan. Apalagi, kejahatan korupsi merupakan permasalahan serius.
"Korupsi sebagai pelanggaran undang-undang namun juga korupsi adalah kejahatan yang merampas hak asasi dan melawan kemanusiaan," ujar Firli.
Menurut dia, korupsi tak hanya menyasar uang rakuat yang dikelola pemerintah. Namun, celah di investasi dan bisnis menjadi incaran koruptor.
Firli menegaskan penegak hukum tidak boleh terpaku pada cara lama dalam memberantas korupsi. Pencegahan mesti didahulukan.
"Dalam tahap perencanaan program ada risiko fraud, kemudian pada saat pengesahan ada kolusi dan nepotisme," ucap Firli.
Pencegahan tidak hanya di tahap perencanaan. Pemantauan saat dan sesudah pelaksanaan mesti menjadi bagian dari pencegahan.
"Demikian juga pada implementasi dan evaluasi atau auditing, adanya korupsi audit program untuk membebaskan diri dari temuan pada saat implementasi," kata Firli.
Menurut Firli, kerja sama Indonesia dan Korea penting untuk mencegah menjamurnya korupsi. Menguatkan kesepakatan dua pihak diyakini dapat mempersempit celah tindakan korup lintas negara.
Jakarta: Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)
Firli Bahuri melakukan perjalanan dinas ke Seoul, Korea Selatan (Korsel). Dalam kunjungan kerja itu, Firli sempat memberikan ceramah di Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea dan para diaspora di sana.
Firli berharap Indonesia dan Korea konsisten bersama-sama memberantas korupsi. "Korupsi adalah permasalahan serius karena tidak ada negara yang bisa mewujudkan tujuannya jika ada korupsi," kata Firli dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 26 September 2023.
Menurut Firli, konsistensi pemberantasan korupsi secara lintas negara penting dilakukan. Apalagi, kejahatan korupsi merupakan permasalahan serius.
"Korupsi sebagai pelanggaran undang-undang namun juga korupsi adalah kejahatan yang merampas hak asasi dan melawan kemanusiaan," ujar Firli.
Menurut dia, korupsi tak hanya menyasar uang rakuat yang dikelola pemerintah. Namun, celah di investasi dan bisnis menjadi incaran koruptor.
Firli menegaskan penegak hukum tidak boleh terpaku pada cara lama dalam memberantas korupsi. Pencegahan mesti didahulukan.
"Dalam tahap perencanaan program ada risiko fraud, kemudian pada saat pengesahan ada kolusi dan nepotisme," ucap Firli.
Pencegahan tidak hanya di tahap perencanaan. Pemantauan saat dan sesudah pelaksanaan mesti menjadi bagian dari pencegahan.
"Demikian juga pada implementasi dan evaluasi atau auditing, adanya korupsi audit program untuk membebaskan diri dari temuan pada saat implementasi," kata Firli.
Menurut Firli, kerja sama Indonesia dan Korea penting untuk mencegah menjamurnya korupsi. Menguatkan kesepakatan dua pihak diyakini dapat mempersempit celah tindakan korup lintas negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)