Tersangka ujaran kebencian Roy Suryo/Medcom.id/Siti
Tersangka ujaran kebencian Roy Suryo/Medcom.id/Siti

Penangguhan Penahanan Ditolak, Polisi Takut Roy Suryo Hilangkan Bukti

Siti Yona Hukmana • 12 Agustus 2022 17:31
Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menolak permohonan penangguhan penahanan tersangka kasus ujaran kebencian bernada suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) Roy Suryo. Melalui kuasa hukum, Roy mengajukan penangguhan pada 6 Agustus 2022. 
 
"Permohonan penangguhan penahanannya itu sampai saat ini tidak dikabulkan karena pertimbangan penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan ketika dihubungi, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Penyidik, kata dia, tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan karena khawatir Roy Suryo menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Zulpan menjelaskan berkas perkara kasus eks Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut sudah rampung. Penyidik akan mengirimkan berkas perkara tersebut ke kejaksaan pada Senin, 15 Agustus 2022.
 

Baca: Polda Metro Pantau Kesehatan Roy Suryo Selama Ditahan


"Pemberkasan sudah jadi tinggal kita kirim ke kejaksaan. Kalau kejaksaan dinyatakan lengkap sudah P21 baru kita lakukan tahap 2," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roy Suryo ditahan terkait kasus ujaran kebencian bernada SARA buntut unggahan meme patung Buddha Gautama Candi Borobudur yang wajahnya diedit mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi). Roy sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut sejak 22 Juli 2022.
 
Roy diancam dengan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Kemudian, Pasal 156 a KUHP dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana
 
Roy ditahan selama 20 hari mulai Jumat, 5 Agustus 2022. Penahanan ini dilakukan karena ada kekhawatiran dari penyidik yang bersangkutan akan menghilangkan barang bukti dan lain sebagainya. Hal itu tertuang dalam pasal 21 ayat 1 KUHAP. Kemudian penyidik melakukan penyitaan sejumlah barang bukti atas kasus tersebut. 

 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif