Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (batik merah di depan). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (batik merah di depan). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Azis Syamsuddin Membela Diri Hingga Menangis, Ini Kata KPK

Candra Yuri Nuralam • 02 Februari 2022 08:42
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyampaikan pembelaan dalam pleidoi hingga menangis pada Senin, 31 Januari 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pembelaan Azis dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah itu lumrah.
 
"Terdakwa tentu punya hak untuk membela diri, termasuk membantah seluruh isi dakwaan tim jaksa," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 1 Februari 2022.
 
Menurut dia, KPK sudah memberikan seluruh bukti dugaan suap yang dilakukan Azis dalam kasus ini. Lembaga Antikorupsi menyerahkan vonis kepada hakim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK PD Menang Lawan Azis Syamsuddin di Persidangan
 
Sebelumnya, Azis Syamsuddin menangis saat membacakan pleidoi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Air mata Azis Syamsuddin keluar saat membahas kehidupan keluarganya.
 
"Saya rasakan tinggal di Rumah Susun (Rusun) Tanah Abang. Perjalanan ini memperkenalkan saya kepada kehidupan yang keras, budaya yang berbeda-beda," kata Azis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 31 Januari 2022.
 
Azis Syamsuddin bercerita hidup sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Salah satu kakaknya sudah meninggal dunia. Dia mengaku merasakan kehidupan berat karena harus ikut sang ayah yang berpindah-pindah rumah karena bekerja sebagai pegawai bank.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK menuntut Azis Syamsuddin dengan pidana penjara empat tahun dan dua bulan. Majelis hakim juga diminta menjatuhkan pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Azis.
 
"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik atau politis terhitung lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.
 
Azis diyakini terbukti menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Dia diduga memberikan uang hingga Rp3,099 miliar dan USD36 ribu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif