medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyodorkan nama Komisaris Jenderal Tito Karnavian buat menggantikan Kapolri Jenderal Badrodi Haiti yang bakal memasuki pensiun. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi baik pilihan Jokowi.
"Kami mengucapkan selamat. Semoga diapprove DPR," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (17/6/2016).
Wakil Ketua KPK yang lain Saut Situmorang berharap dengan pencalonan Tito supervisi koordinasi antara KPK dan Polri ke depan bisa lebih lancar. Sehingga niat kedua institusi buat memberantas korupsi dapat berjalan baik.
"Harapan kita supervisi koordinasi tentang pencegahan dan penindakan selama ini bisa terus berlangsung, agar indeks persepsi kita bisa mencapai 50 dalam beberapa tahun ke depan," ujar Saut.
Jokowi melalui Kementerian Sekretaris Negara menyerahkan surat permohonan persetujuan calon Kapolri ke DPR, Rabu 15 Juni. Surat hanya berisi satu nama pengganti Badrodin.
Sebelum mengajukan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu, Jokowi mengklaim sudah mendapat masukan dari Polri, Kompolnas, hingga masyarakat. Pergantian Kapolri tak menyalahi aturan karena merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.
Jenderal Tito bukan lah sosok asing di Polri. Sederat prestasi pernah ia dapatkan selama berbakti di Korps Bhayangkara.
Tito Karnavian memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo dan menteri Kabinet Kerja terkait ledakan yang terjadi di Jalan MH Thamrin. ANT/Wahyu Putro.
Belum setahun menjabat Kapolda Metro Jaya, Tito mendapat promosi dan ditunjuk sebagai Kepala BNPT. Ini bukan pengalaman baru bagi Tito. Ia pernah bergabung dengan tim yang berhasil membongkar jaringan terorisme pimpinan Noordin Moch Top. Karena prestasinya itu, ia didapuk menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Prestasi lain peraih Bintang Adhi Makayasa ini ialah menjadi lulusan Akpol 1987 pertama yang mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga. Ia juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim yang melumpuhkan teroris Dr Azhari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Saat itu, ia mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Sutanto.
Dalam bursa calon Kapolri saat ini, Tito merupakan kandidat termuda. Ia melompati senior-seniornya di angkatan 82-86. Sederet nama seperti Komjen Budi Gunawan, Komjen Dwi Priyatno, Komjen Putut Eko Bayuseno, Komjen Syafruddin, Komjen Budi Waseso, dan Komjen Suhardi Alius adalah senior Tito.
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyodorkan nama Komisaris Jenderal Tito Karnavian buat menggantikan Kapolri Jenderal Badrodi Haiti yang bakal memasuki pensiun. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi baik pilihan Jokowi.
"Kami mengucapkan selamat. Semoga diapprove DPR," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (17/6/2016).
Wakil Ketua KPK yang lain Saut Situmorang berharap dengan pencalonan Tito supervisi koordinasi antara KPK dan Polri ke depan bisa lebih lancar. Sehingga niat kedua institusi buat memberantas korupsi dapat berjalan baik.
"Harapan kita supervisi koordinasi tentang pencegahan dan penindakan selama ini bisa terus berlangsung, agar indeks persepsi kita bisa mencapai 50 dalam beberapa tahun ke depan," ujar Saut.
Jokowi melalui Kementerian Sekretaris Negara menyerahkan surat permohonan persetujuan calon Kapolri ke DPR, Rabu 15 Juni. Surat hanya berisi satu nama pengganti Badrodin.
Sebelum mengajukan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu, Jokowi mengklaim sudah mendapat masukan dari Polri, Kompolnas, hingga masyarakat. Pergantian Kapolri tak menyalahi aturan karena merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.
Jenderal Tito bukan lah sosok asing di Polri. Sederat prestasi pernah ia dapatkan selama berbakti di Korps Bhayangkara.
Tito Karnavian memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo dan menteri Kabinet Kerja terkait ledakan yang terjadi di Jalan MH Thamrin. ANT/Wahyu Putro.
Belum setahun menjabat Kapolda Metro Jaya, Tito mendapat promosi dan ditunjuk sebagai Kepala BNPT. Ini bukan pengalaman baru bagi Tito. Ia pernah bergabung dengan tim yang berhasil membongkar jaringan terorisme pimpinan Noordin Moch Top. Karena prestasinya itu, ia didapuk menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Prestasi lain peraih Bintang Adhi Makayasa ini ialah menjadi lulusan Akpol 1987 pertama yang mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga. Ia juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim yang melumpuhkan teroris Dr Azhari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Saat itu, ia mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Sutanto.
Dalam bursa calon Kapolri saat ini, Tito merupakan kandidat termuda. Ia melompati senior-seniornya di angkatan 82-86. Sederet nama seperti Komjen Budi Gunawan, Komjen Dwi Priyatno, Komjen Putut Eko Bayuseno, Komjen Syafruddin, Komjen Budi Waseso, dan Komjen Suhardi Alius adalah senior Tito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)