NEWSTICKER
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari

Penegak Hukum Harus Telusuri Rekening Kasino Kepala Daerah

Nasional ppatk
Whisnu Mardiansyah • 16 Desember 2019 14:44
Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diminta melibatkan aparat penegak hukum menelusuri rekening kasino kepala daerah. Kepemilikan rekening kasino tidak dibenarkan.
 
"Saya kira ini harus diusut tuntas. PPATK harus menjelaskan lebih clear dana itu apa dan siapa yang punya. Dan saya kira aparat penegak hukum juga harus sudah masuk meneliti," kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 16 Desember 2019.
 
Politikus Golkar itu menilai rekening kasino preseden buruk bagi citra pemimpin daerah. Dia menduga pemilik rekening kerap berinteraksi dengan lingkungan perjudian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kepala daerah berinteraksi dengan dunia seperti itu, itu kepala daerah apa tidak ada kerjanya lagi? Selain atau apakah sudah selesai masalah di daerahnya sehingga dia bisa asyik-asyik main di kasino? Itu tidak benar juga," kata Doli.
 
Kementerian Dalam Negeri juga diminta bertindak atas temuan PPATK. Kepala daerah mesti diberikan pembinaan terkait tugas pokok dan fungsi. Perjalanan dinas kepala daerah ke luar negeri juga perlu diminimalisasi bila tidak terlalu urgen.
 
"Jalan-jalan saja, menurut saya sudah mengurangi kerjanya sebagai kepala daerah apa lagi bermain di kasino, luar biasa buruk sekali," tegas Doli.
 
Doli enggan berspekulasi temuan rekening itu perputaran APBD atau dana pribadi. Dia meminta aparat penegak hukum menelurusuri lebih lanjut kepemilikan rekening tersebut.
 
"Itu yang harus dijelaskan oleh PPATK tapi dana apa pun itu baik itu pribadi maupun dana dari daerah itu sesuatu yang tidak baik diputar ke dunia seperti itu," kata dia.
 
PPATK menemukan transaksi keuangan kepala daerah yang diduga ditempatkan di kasino. Dana berbentuk valuta asing dengan nominal setara Rp50 miliar.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif