Caption, Penipu berkedok PNS, Nasrullah alias Ulla, saat diperiksa oleh Penyidik di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 28 Januari 2020. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Caption, Penipu berkedok PNS, Nasrullah alias Ulla, saat diperiksa oleh Penyidik di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 28 Januari 2020. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

PNS Gadungan Menggelapkan 19 Laptop

Nasional penipuan
Muhammad Syawaluddin • 29 Januari 2020 06:57
Makassar: Petugas Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan mengungkap penipuan berkedok Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelaku diringkus setelah menggelapkan 19 laptop para korbannya.
 
"Setelah kita terima laporan terkait penipuan dan penggelapan oleh seorang PNS (Gadungan), lalu kita lakukan penangkapan," kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, di Makassar, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Pelaku, kata dia, bernama Nasrullah alias Ulla. Pria yang berpura-pura sebagai PNS Badan Pusat Statistik (BPS) itu dibuka kedoknya oleh salah satu korban. Kepada petugas Nasrullah mengakui menjalankan aksinya dengan modus menyewa laptop milik korbannya seharga Rp200 ribu per hari, untuk memasukkan data sensus yang sedang dia kerjakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah berhasil meyakinkan korbannya, pelaku menggadaikan laptop hasil penipuannya seharga Rp1 juta hingga Rp2,5 juta.Korbannya kebanyakan adalah mahasiswa.
 
Tidak hanya itu, untuk memuluskan aksinya pelaku mengenakan seragam batik PNS beserta lambang abdi negara yang dibelinya di salah satu toko di Pasar Sentral Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk menghilangkan kecurigaan korbannya di mengiming-imingi jadi PNS.
 
"Dari hasil pemeriksaan saat ini kita mencatat ada 17 orang korban. Tapi baru empat yang teridentifikasi," kata dia.
 
Indratmoko juga mengimbau korban PNS gadungan melapor di Polrestabes Makassar, agar dilakukan pemeriksaan. Dari hasil penangkapan polisi berhasil menyita pakaian batik dan baju dinas harian, hingga lambang pegawai, serta uang tunai yang diduga merupakan hasil dari penipuan.
 
Saat ini, pelaku mendekam di jeruji besi Mapolrestabes Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
"Pelaku diancam dengan Pasal 372 tentang penggelapan dan 378 tentang penipuan dengan ancaman lima tahun kurungan penjara," jelasnya.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif