Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Tiga Perusahaan Digeledah Terkait Korupsi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Jufriansyah • 27 Januari 2020 21:41
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah tiga perusahaan terkait kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya Persero. Penggeledahan bagian dari pengembangan kasus gagal bayar perusahaan asuransi pelat merah itu.
 
"Penyidik melakukan penggeledahan terhadap tempat-tempat, di tiga tempat, dan masih proses sekarang," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020.
 
Ketiga perusahaan yang digeledah yaitu PT Lotus Andalan Sekuritas atau Lautan Dana Sekurindo, PT Mirai Sekuritas atau Daewoo Sekuritas, dan PT Cipta Dana Sekuritas. Penyidik mencari barang bukti yang berhubungan dengan lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Adhyaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mudah-mudahan nanti dari penggeledahan itu ada barang atau surat-surat yang dapat disita, yang dapat dijadikan alat bukti atau barang bukti," ujarnya.
 
Hari ini, penyidik Kejagung juga masih melakukan pemanggilan terhadap para saksi. Ada 17 saksi yang dijadwalkan diperiksa, namun hanya sembilan orang yang datang. Ada juga empat orang saksi yang tidak hadir pada panggilan sebelumnya dan diperiksa hari ini.
 
"Jadi total saksi yang dimintai keterangan hari ini 13 orang saksi," ujarnya.
 
Hari mengatakan belum ada tersangka baru dalam dugaan korupsi Jiwasraya. Namun, ia tak menutup peluang bakal ada tersangka baru dalam kasus gagal bayar Jiwasraya.
 
"Mudah-mudahan nanti apabilan dua alat bukti cukup bisa berkembang untuk tindakan hukum lainnya," pungkasnya.
 
Kejagung menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan.
 
Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif