Terdakwa Baiq Nuril - Medcom.id/Dhimas Pratama.
Terdakwa Baiq Nuril - Medcom.id/Dhimas Pratama.

Menkumham Tandatangani Surat Rekomendasi Amnesti Baiq Nuril

Nasional pelecehan seksual pencemaran nama baik
Media Indonesia • 11 Juli 2019 11:43
Jakarta: Anggota tim advokasi Baiq Nuril, Erasmus Napitupulu, menyebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah memberikan surat rekomendasi pemberian amnesti. Nuril sudah diminta untuk menandatangani surat rekomendasi.
 
“Kemenkum HAM tadi pagi meminta tim kami datang ke sana juga untuk kemudian Ibu Nuril bersama Menkum HAM menandatangani surat rekomendasi dari Menkum HAM terkait dengan pemberian amnesti kepada Ibu Nuril," kata Erasmus, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Erasmus meyakini terbitnya surat rekomendasi dari Menkumham makin menguatkan sinyal pemberian pengampunan. Meski begitu, kata Erasmus, keputusan pemberian amnesti tetap ada di tangan Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


”Dengan begitu kami berharap Presiden bisa cepat mempertimbangkan, nanti DPR juga kita dapat kabar baik bahwa beberapa anggota DPR sudah oke memberikan amnesti," kata dia.
 
Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodawardhani mengatakan pertemuan Nuril dengan Jokowi harus menunggu jadwal presiden terlebih dulu. Dia memastikan presiden memiliki komitmen dan perhatian terkait kasus Nuril.
 
(Baca juga:Amnesti Tak Hanya Berlaku Bagi Narapidana Politik)
 
"Soal pertemuan dengan Presiden, saya rasa ini harus menunggu jadwal Presiden. Kami di KSP menerima kawan-kawan juga atas arahan dari Kepala Staf Kepresidenan," jelas dia.
 
Hari ini tim advokasi Baiq Nuril datang ke kantor Staf Presiden. Kedatangan itu untuk menyampaikan terima kasih atas atensi pemerintah terhadap kasus yang menimpa Nuril.
 
Sebelumnya, terdakwa Nuril menemui Yasonna Laoly pada Senin, 8 Juli 2019. Dia membahas pengajuan amnesti kepada Presiden Joko Widodo setelah permohonan peninjauan kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA).
 
Dalam pertemuan tersebut, Baiq Nuril didampingi politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka dan kuasa hukumnya, Joko Jumadi. Tidak banyak kata yang terlontar dari Nuril. Ia hanya bersyukur atas dukungan publik kepadanya.
 
"Terima kasih atas dukungannya," kata Nuril kepada pewarta di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juli 2019.
 
Rieke yang turut mendampingi berharap pertemuan dengan Menkumham memberikan masukan dan solusi atas kasus yang menjerat Nuril. Dengan begitu, usai pertemuan ini, amnesti bisa segera diajukan.
 
Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) mantan guru honorer SMAN 7 Mataram Baiq Nuril Maknun atas kasus pelanggaran Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
 
(Baca juga:Ketua DPR Yakin Baiq Nuril Dapat Amnesti)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif