Pelaku Prostitusi Model Penyiksaan Ditangkap
Rilis prostitusi - Medcom.id/Nur Azizah.
Jakarta: Tim Patroli Siber Direktorat Tindak Pidana Siber menangkap satu pelaku prostitusi online beraliran Bondage and Dicipline, Domination and Submission (BDSM). BDSM merupakan kelainan seksual yang menitikkan pada penyiksaan.

Kasubdit 1 Dittipidsiber Kombes Danu Kustoni mengungkapkan kasus ini diungkap melalui patroli siber pada Januari 2018 lalu. Polisi menangkap NYM yang tengah berpromosi lewat akun twitter.

"Awalnya pelaku tidak mengerti BDSM, namun banyak pelanggan yang memintanya," kata Dani di Gedung Bareskrim, Jati Baru, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018.


BDSM yang dilakukan NYM dengan cara melakban, mengikat dengan tali jemuran, mengikat dengan rantai anjing, memukul, dan menginjak-injak tubuh pelanggan. Terkadang, pelaku juga melumuri tubuh pelanggannya dengan air seni.

Wanita berusia 32 tahun ini mengaku sudah membuka jasa prostitusi sejak 2016. Namun, khusus BDSM baru dimulai pada 2017.

"Dia melakukan promosi secara terbuka di akun twitter. Ada sekitar 1.963 foto yang ada di sana. Namun, sudah kami hapus," ujar Dani.

Dalam satu kali transaksi, NYM mematok tarif sekitar Rp800 ribu hingga Rp1,3 juta. Pelaku selalu melakukan aksi tak senonohnya di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Di kesempatan yang sama, NYM mengaku tak sengaja nyemplung ke area prostitusi. Awalnya iseng. Namun, lama-lama banyak yang menawarnya.

"Iseng, tapi lama-lama banyak yang nanyain," beber dia. 

Ibu dua anak ini mengaku pelanggannya berasal dari kalangan menengah ke atas. Ia sampai tak hafal berapa yang telah datang padanya.

NYM dikenakan Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat 1 dan atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp6 miliar.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id