Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan). Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polri Luncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pencegahan Karhutla

Siti Yona Hukmana • 15 September 2021 14:39
Jakarta: Polri meluncurkan aplikasi sistem analisa pencegahan (ASAP) digital nasional kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aplikasi itu diluncurkan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla lebih cepat.
 
"Baru saja kami sama-sama melaksanakan launching aplikasi ASAP digital nasional, aplikasi ini gabungan seluruh potensi yang ada di kementerian-kementerian di BUMN," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.
 
Melalui ASAP, kata dia, pihaknya dapat melihat dan mengetahui karhutla lebih cepat. Sehingga, dapat segera mengerahkan anggota terdekat ke lokasi kejadian untuk pemadaman.

"Harapan kita tentunya dengan adanya aplikasi yang baru kita launching maka upaya kita untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan bisa kita lakukan secara cepat," ujar jenderal bintang empat itu.
 
Mantan Kapolda Banten itu juga menyebut ASAP dapat menangkap pelaku karhutla. Polisi akan lebih mudah melakukan penyelidikan dan penyidikan.
 
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengucapkan terima kasih kepada Polri yang meluncurkan ASAP. Menurut dia, aplikasi bentuk keseriusan polisi menangani kasus karhutla.
 
"Jadi, kalau lihat sistemnya tadi maka secara kelembagaan dari tingkat sampai ke level nasional itu sangat penting. Artinya untuk Indonesia bagi kita ini suatu kebanggan dan membuktikan karhutla ditangani sangat serius," kata Siti Nurbaya.
 
Baca: 129 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla Hingga 2021
 
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menambahkan karhutla adalah salah satu masalah Indonesia. Penanganannya, kata dia, harus integratif dan kolaboratif antarlembaga bahkan pusat hingga daerah.
 
"Dengan aplikasi ASAP yang disampaikan tadi kita lihat sendiri atas inisiasi Bapak Kapolri, jujur saya melihat bahwa ini langkah sangat strategis sekali. Karena mampu mengintegrasikan, mengolaborasikan, dan mensinergikan semua apliaksi yang ada," ucap Tito.
 
Polri telah menyiapkan 28 titik kamera closed-circuit television (CCTV) yang tersebar di 10 kepolisian daerah (Polda) rawan Karhutla. Di antaranya, Polda Jambi, Polda Sumatra Selatan (Sumsel), Polda Aceh, Polda Sumatra Utara (Sumut(, Polda Riau, Polda Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dan Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
 
Polisi akan menambah 40 titik kamera CCTV di 10 Polda tersebut hingga Desember 2021. Pemantauan melalui CCTV yang terintegrasi dengan aplikasi ASAP Digital dapat membantu proses pelacakan titik-titik kebakaran.
 
Kamera CCTV dapat memantau dalam 360 derajat dengan jangkauan 4 km dan cakupan radius 8 km. Kamera itu juga dapat menjangkau lahan seluas 5.026 hektare (ha).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan