NEWSTICKER
Ilustrasi KPK. Foto: MI
Ilustrasi KPK. Foto: MI

Tiga Mobil Rampasan Milik Koruptor Dilelang

Nasional kpk lelang mobil
Fachri Audhia Hafiez • 17 Februari 2020 13:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang tiga mobil rampasan berasal dari putusan dua terpidana korupsi. Keduanya, mantan Kepala Satuan Kerja merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Anggiat P. Nahot Simaremare dan mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.
 
"KPK akan melaksanakan lelang barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
 
Mobil yang dilelang yakni satu unit merek Mitsubishi Type PAJ SP24LDAKAR4X28AT warna silver metalik tahun pembuatan 2016. Mobil dengan batas akhir penawaran Rp210.282.000 tersebut bernomor polisi B 1880 SJR beserta STNK dan BPKB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, satu unit merek Honda Type HRV tahun pembuatan 2017 berwarna abu-abu metalik. Mobil dengan nomor polisi B 885 MAY itu dilepas Rp184.517.000 beserta STNK dan BPKB.
 
Selanjutnya Satu unit merek JEEP Type Wrangler 3.6 AT senilai Rp595.967.000. Mobil bernomor polisi B 2932, beserta STNK dan BPKB.
 
Proses pelelangan dilakukan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang I, Jalan Taman Makam Pahlawan (T.M.P) Taruna, Tangerang, Banten. Waktu pelelangan Rabu, 19 Februari 2019 dengan batas akhir penawaran pukul 09.00 WIB.
 
Tiga Mobil Rampasan Milik Koruptor Dilelang
Ilustrasi mobil yang bakal dilelang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
 
"Alamat domain lelang www.lelang.go.id. Pengumuman tentang syarat-syarat selengkapnya bisa dilihat di website KPK www.kpk.go.id," ujar Ali.
 
Ali menjelaskan putusan termaktub dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 62 /Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 07 Agustus 2019 atas nama Anggiat P. Nahot Simaremare.
 
Kemudian, putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 77 /Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst tanggal 4 Februari 2019 atas nama Yaya Purnomo serta Pasal 273 ayat (3) KUHAP dan Pasal 6 huruf f Undang-Undang 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Anggiat P. Nahot Simaremare divonis enam tahun dan denda Rp250 juta subsider dua bulan kurungan. Dia terbukti menerima suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR.
 
Sedangkan Yaya Purnomo divonis enam tahun enam bulan penjara serta dikenakan denda Rp200 juta subsider kurungan satu tahun 15 hari. Dia terbukti menerima suap Rp300 juta dari Bupati Lampung Tengah Mustafa melalui Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.
 
Yaya bersama pegawai Kementerian Keuangan lainnya, Rifa Surya, juga terbukti menerima gratifikasi Rp6,529 miliar, USD55 ribu dan SGD 325 ribu.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif