Hadi Pranoto, peneliti asal Indonesia yang membuat obat herbal antibodi covid-19. Lampost.co/Andi Apriyadi
Hadi Pranoto, peneliti asal Indonesia yang membuat obat herbal antibodi covid-19. Lampost.co/Andi Apriyadi

Hadi Pranoto Laporkan Muannas Soal Pencemaran Nama Baik

Nasional pencemaran nama baik anji Hadi Pranoto
Siti Yona Hukmana • 07 Agustus 2020 11:36
Jakarta: Hadi Pranoto, pembuat obat herbal yang diklaim meningkatkan antibodi melawan covid-19, melaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya. Muannas diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik.
 
"Pencemaran nama baiknya di dalam wawancaranya dia yang di-posting di Instagram-nya, setelah dia melakukan pelaporan ke kepolisian," kata Kuasa Hukum Hadi, Angga Busra Lesmana, kepada Medcom.id, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Menurut Angga, Muannas menyampaikanpersepsi yang salah dalam wawancaranya tersebut. Konteks pencemaran nama baik itu, pertama, menyebutkan Hadi memiliki platform digital teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah itu dijelaskan bahwa (Hadi) enggak percaya sama swab dan rapid test, malah sampai menyebut membohong-bohongi masyarakat," ungkap Angga.
 
Konteks pencemaran nama baik lainnya yakni soal penyebutan profesor. Kliennya tidak terima pernyataan Muannas tersebut.
 
"Dia menjelaskan klien kita menyatakan sebagai profesor, padahal klien kita kan tidak pernah mengaku sebagai profesor," tutur Angga.
 
Baca:Hadi Pranoto dan Anji Dilaporkan ke Polisi
 
Langkah ini bukan upaya melaporkan balik atas pelaporan Muannas terhadap Hadi Pranoto beberapa waktu lalu. Laporan ini, kata dia, merupakan laporan khusus pencemaran nama baik.
 
"Kalau lapor balik kan kalau kita merasa si Muannas ini salah melakukan pelaporan. Itu kan (laporan) belum terbukti, harus dibuktikan dulu yang pelaporan ke kita itu," jelas dia.
 
Menurut Angga, Hadi dibela oleh lima pengacara dari LSA Law Office. Laporan Hadi Pranoto melalui kuasa hukumnya ini terdaftar dengan nomor LP/4648/VIII/YAN.2.5/2020 SPKT PMJ, tanggal 6 Agustus 2020.
 
Muannas disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP terkait pencemaran nama baik melalui media elektronik.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif