Kuasa hukum Bripka RR, Zena Dinda Defega. Dok. Medcom
Kuasa hukum Bripka RR, Zena Dinda Defega. Dok. Medcom

Bripka RR Klaim Berniat Bantu Brigadir J Kabur dari Pembunuhan

Theofilus Ifan Sucipto • 18 September 2022 16:06
Jakarta: Bripka Ricky Rizal (RR) mengaku tidak terlibat perencanaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J). Bripka RR mengeklaim justru berniat menyelamatkan Brigadir J bila mengetahui rencana itu sejak perjalanan dari Magelang ke Jakarta.
 
“Dalam perjalanan itu RR berdua sama Brigadir J. Dia (RR) sering bilang kalau saya tahu dari Magelang, saya kasih Brigadir J duit untuk pergi saja. Saya bantu,” kata kuasa hukum Bripka RR, Zena Dinda Defega, dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Skenario Buruk Pengadilan Sambo: Ajudan Cabut Kesaksian, Sambo Bebas!’ Minggu, 18 September 2022.
 
Zena mengatakan Bripka RR konsisten dengan pernyataan dan keterangannya. Apalagi setelah memutuskan tidak lagi mengikuti skenario Irjen Ferdy Sambo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu pernyataan yang konsisten, yakni Bripka RR, tidak melihat dugaan pelecehan seksual di Magelang. Sebab, dia dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (E) sedang mengantar barang ke sekolah anak Sambo.
 
“Untuk peran sebagai turut berencana atau sebagai pelaku dari penyidik sah-sah saja. Tapi sudah jelas dan dikonfirmasi klien kami tidak ikut merencanakan,” papar Zena.
 
Zena menyebut Bripka RR juga menolak saat ditanya Sambo apakah sanggup menembak Brigadir J. Bripka RR menjawab tidak sanggup.
 
“Klien saya sudah menolak karena tidak kuat mental dan tidak terpikir terjadi begitu (penembakan) hari itu juga di Duren Tiga,” tutur dia.
 

Baca: Bukti Primer Lenyap, Kuasa Hukum Brigadir J Was-was


Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Mereka ialah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE) atau E; Bripka Ricky Rizal (RR); dan Kuat Maruf (KM), yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif