Hakim tunggal Akhmad Sahyuti memimpin sidang praperadilan tersangka Muhammad Rizieq Shihab. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Hakim tunggal Akhmad Sahyuti memimpin sidang praperadilan tersangka Muhammad Rizieq Shihab. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Praperadilan Rizieq Shihab

Pasal Penjerat dan Peristiwa dalam Kasus Rizieq Saling Terkait

Nasional fpi praperadilan Muhammad Rizieq Shihab
Cindy • 09 Januari 2021 00:54
Jakarta: Pasal-pasal yang disangkakan penyidik terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, berkaitan satu sama lain. Peristiwa serta pasal yang dikenakan memiliki rangkaian, mulai dari hasutan, perlawanan petugas, hingga berujung kondisi kedaruratan kesehatan.
 
"Entah itu berupa sudah pandemi (dan) angka (kasus) makin meningkat, ada orang yang sakit usai menghadiri satu pertemuan tertentu, ini bisa menjadi satu rangkaian," kata ahli hukum pidana Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfi,dalam sidang praperadilan kasus kerumunan Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.
 
Eva menjelaskan alasan polisi mengenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan kepada Rizieq. Dia dinilai mempengaruhi massa di tengah pandemi covid-19 yang menyebabkan kedaruratan kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana kedaruratan kesehatan sudah di-declare (dinyatakan), tapi orang tetap melawan petugas sehingga menyebabkan (kondisi kesehatan) semakin parah," ucap Eva.
 
Baca: Polisi Hadirkan 3 Saksi Ahli di Sidang Praperadilan Rizieq
 
Rizieq dalam hal ini, kata dia, juga telah melanggar pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penghasutan. Rizieq mengajak massa untuk berkumpul dan menyebabkan peristiwa kedaruratan kesehatan.
 
Selain itu, Rizieq juga dinilai melawan petugas atau melanggar pasal 216 KUHP. Sebab, Rizieq tetap menggelar acara pernikahan dan acara Maulid Nabi Muhammad SAW meski telah diperingati pemerintah daerah.
 
Rizieq Shihab mendaftarkan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan. Permohonan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 15 Desember 2020.
 
Tim advokasi juga mengugat penahanan Rizieq di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Permohonan praperadilan terdaftar dengan Nomor 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif