Ketua MA Hatta Ali didampingi jajaran pimpinan MA saat konferensi pers reflekai akhir tahun MA 2018 di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018. Medcom.id/Dheri Agriesta.
Ketua MA Hatta Ali didampingi jajaran pimpinan MA saat konferensi pers reflekai akhir tahun MA 2018 di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018. Medcom.id/Dheri Agriesta.

MA Bakal 'Membinasakan' Hakim Nakal

Nasional Kasus suap hakim Mahkamah Agung RI
Dheri Agriesta • 27 Desember 2018 12:20
Jakarta: Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali menekankan komitmen mewujudkan sistem peradilan yang bersih. MA bersikap tegas terhadap hakim dan pejabat pengadilan nakal.

"Sesuai yang sering didengungkan di MA, orang yang bermasalah kita 'binasakan' saja. Daripada menjadi bisul di tubuh MA dan jajaran peradilan lainnya," kata Hatta Ali dalam refleksi akhir tahun kinerja MA di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Sepanjang 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berulang kali menangkap hakim dan pejabat pengadilan karena kasus dugaan korupsi atau suap. Hatta mencontohkan penangkapan terhadap seorang hakim di Pengadilan Negeri Tangerang. Kemudian, seorang hakim adhoc di Pengadilan Negeri Medan, dan dua hakim karir di Pengadilan Negeri Jaksel. Terakhir, satu hakim karir di Pengadilan Negeri Semarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Suap Hakim PN Jaksel Pakai Kode 'Ngopi' KPK tak cuma menangkap hakim yang nakal. Tapi juga penangkapan terhadap panitera pengganti di PN Tangerang, PN Medan, dan PN Jakarta Timur.

MA pun menindak tegas para hakim dan pejabat nakal ini. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka langsung diberhentikan sementara.

"MA menindaklanjuti dengan menerbitkan SK pemberhentian sementara. Itu semuanya sudah dilakukan, sebab tidak ada sama sekali toleransi dari MA terhadap seluruh jajarannya apabila melakukan tindak pidana korupsi," jelas Hatta Ali.

Tak cuma itu, MA juga menindaklanjuti laporan yang diterima dari masyarakat. Sepanjang 2018 sebanyak 2809 pengaduan diterima Badan Pengawas MA.

Dari total pengaduan itu, sebanyak 1134 pengaduan telah selesai diproses. Sementara 1675 pengaduan masih diproses Badan Pengawas.

Hasilnya, sebanyak 193 personel MA dan badan di bawahnya telah dijatuhi sanksi selama 2018. Dari jumlah itu, sebanyak 43 orang dijatuhi sanksi berat, sebanyak 35 orang sanksi sedang, dan 85 orang sanksi ringan.

"Penjatuhan disiplin yang dijatuhi Bawas Mahkamah Agung termasuk penjatuhan disiplin terhadap hakim yang direkomendasikan Komisi Yudisial," kata Hatta Ali.


(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi