Pemeriksaan Kejiwaan Pembunuh Satu Keluarga Dipertimbangkan

Siti Yona Hukmana 16 November 2018 12:40 WIB
Pembunuhan di Bekasi
Pemeriksaan Kejiwaan Pembunuh Satu Keluarga Dipertimbangkan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Pembunuh satu keluarga di Bekasi, HS, tega membunuh karena sakit hati. Kondisi kejiwaan HS yang juga membunuh sang kakak, Maya Ambarita, berpeluang diperiksa.

"Menjadi pertimbangan penyidik apakah perlu dilakukan tes (kejiwaaan) atau tidak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id, Jumat, 16 November 2018.

Tersangka mengaku kerap dimarahi. Di sisi lain, HS diketahui menganggur setelah berhenti bekerja dari salah satu perusahaan di kawasan Cikarang, tiga bulan belakangan.


Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Dendam

HS disebut sering bermalam di indekos milik Diperum Nainggolan, suami Maya. Di saat bersamaan, ia juga menyewa kamar kos di kawasan Cikarang.

HS membunuh orang-orang yang masih bertalian darah dengannya itu sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa, 13 November 2018. Kakaknya Maya Ambarita dan suami Maya, Diperum Nainggolan, dibunuh menggunakan linggis. Sedangkan kedua anak Maya, Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan dibunuh dengan cara dibekap hingga kehabisan napas.

Baca: HS Dikenal Jarang Bersosialisasi

Setelah membunuh, ia kabur membawa mobil Nissan X-Trail warna silver milik Diperum. Mobil itu ditemukan di depan kos tersangka di kawasan Cikarang.

Keberadaan HS diketahui. Penangkapan dilakukan pukul 22.00 WIB, Rabu, 14 November 2018.

"Masyarakat mengatakan HS berada di Garut. Tim dari polda dan polres langsung menuju ke Garut dan menangkap HS di kaki Gunung Guntur," kata Argo, Kamis, 15 November 2018.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id