OC Kaligis. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.
OC Kaligis. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.

OC Kaligis Minta Keringanan Hukuman

Nasional oc kaligis tersangka oc kaligis
Theofilus Ifan Sucipto • 10 April 2019 13:31
Jakarta: Terpidana kasus suap dan gratifikasi Otto Cornelis (OC) Kaligis membacakan surat peninjauan kembali (PK) yang kedua. Dia meminta hukumannya diringankan.
 
"Saya ajukan PK kedua karena PK pertama hanya dikurangi tiga tahun. Harusnya hukuman saya sama seperti Gerry (dihukum) hanya dua tahun," kata Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu 10 April 2019.
 
Dalam pembacaan PK kedua, Kaligis mengatasnamakan alasan kemanusiaan. Sebab, kata Kaligis, dirinya sudah lanjut usia dan sudah sakit-sakitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kaligis juga mengatakan ada penggolongan lansia yaitu kelompok dini 54-64 tahun, kelompok menengah yaitu 65 tahun ke atas, dan kelompok dengan risiko tinggi yaitu 70 tahun ke atas. Berdasarkan penggolongan ini, kata Kaligis, dirinya yang lahir pada 19 Juni 1942 itu sudah masuk kelompok risiko tinggi.
 
"Golongan ini paling rawan menurun kondisi kesehatannya dan rentan sakit. Diskriminasi ini melawan hak asasi manusia (HAM)," ujar Kaligis.
 
Baca: OC Kaligis Penghuni Baru Lapas Sukamiskin
 
Dia mengatakan sudah menyerahkan bukti riwayat kesehatannya yang sudah menurun. Salah satunya, lanjut dia, bukti pemeriksaan rutin ke dokter.
 
Dalam sidang tersebut dia mengaku heran hukumannya lebih berat dari vonis mantan anak buahnya, Yhagari Bhatara alias Gerry. Dalam PK yang diajukan Gerry, MA hanya memvonis dua tahun penjara.
 
"Kok saya tujuh tahun padahal tidak ada bukti sama sekali," pungkasnya.
 
Berdasarkan keputusan hakim ketua, sidang ini bakal dilanjutkan pada Rabu, 24 April mendatang. Agendanya adalah mendengar tanggapan pihak termohon pada PK kedua yang dibacakan Kaligis.
 
Pada pengadilan tingkat pertama Kaligis divonis penjara lima tahun lima bulan dan denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan. Hukuman bagi Kaligis bertambah pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi tujuh tahun penjara dengan jumlah denda yang sama.
 
Kaligis kemudian mengajukan kasasi ke MA. Namun, hukumannya malah diperberat menjadi 10 tahun penjara di tingkat kasasi.
 
Ia lantas mengajukan PK atas putusan kasasi tersebut. Putusan PK pertama menyatakan jika hukuman Kaligis diturunkan menjadi tujuh tahun atau setara dengan putusan banding.
 
Kaligis sebelumnya terbukti menyuap Tripeni Irianto Putro selaku Ketua Majelis Hakim PTUN Medan. OC Kaligis disebutkan memberikan USD5.000 dan USD15.000 kepada Tripeni.
 
Selain itu, OC Kaligis juga menyuap masing-masing USD 5.000 kepada anggota majelis hakim, yaitu Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Selain itu, ia juga memberikan USD 2.000 kepada Syamsir Yusfan selaku Panitera PTUN Medan.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif