PPMI Ancam Demo Grace Natalie
Kuasa Hukum Zulkhair, Pitra Romadoni Nasution. Medcom.id/ Siti Yona
Jakarta: Kuasa Hukum pelapor Sekjen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, Pitra Romadoni Nasution menunggu permintaan maaf Ketua Umum PSI Grace Natalie. Permintaan maaf itu ditunggu selama 3x24 jam. 

"Kami kasih warning kepada Grace selama 3x24 jam agar meminta maaf. Kalau tidak meminta maaf, klien kami melalui serikat pekerja akan melakukan aksi unjuk rasa sekaligus konferensi pers ke kantor PSI. Ini kita minta saudara Grace mencabut kata-katanya tersebut," kata Pitra di Polda Metro Jaya, Sabtu, 24 November 2018.

Unjuk rasa itu bukan sekadar ancaman. Pasalnya, kata Pitra, untuk mengadakan demontrasi itu pihaknya sudah melakukan rapat. 


"(Unjuk rasa) ini dilakukan agar saudara Grace ini omongannya terhadap Perda Syariah (dicabut). Karena Perda Syariah ini sudah berlaku sejak Indonesia merdeka," ujar dia. 

Kuasa Hukum lainnya Elidaneti menambahkan sebagai Ketua Umum Partai, Grace tidak pantas berbicara tidak sopan. Ungkapan Grace yang menyinggung Perda Syariah itu menurut dia tidak beretika.

"Di mana bahasanya kurang sopan, kurang pada tempatnya. Dia boleh berpidato tapi jangan membawa nama agama, ras dan budaya. Tolong Grace minta maaf sebelum hal ini menjadi lebih lanjut dan berpotensi demo atau hal-hal yang lain," ujar dia.

Polisi telah selesai memeriksa Zulkhair. Dia diajukan 21 pertanyaan oleh penyidik Ditreskrimsus Cyber Crime Polda Metro Jaya. 

"Pertanyaan yang dilakukan oleh penyidik kepada klien kami Zulkhair ada sebanyak 21 pertanyaan," tutur Pitra. 

PPMI melalui kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan Grace Natalie terkait pernyataan PSI menolak Perda Syariah. Grace dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian.

Eggi melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 16 November 2018. Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.

"Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace. Dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statement-nya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian terhadap agama. Nah, ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan Pasal 156 A juncto Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong," kata Eggi saat melaporkan Grace di Bareskrim.

Atas dugaan ujaran kebencian itu, Grace Natalie terancam 10 tahun penjara. 



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id