Polisi Telusuri Daerah Terpapar Paham Radikal

Dian Ihsan Siregar 27 November 2018 02:18 WIB
radikalismeTangkal Radikalisme
Polisi Telusuri Daerah Terpapar Paham Radikal
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jendral Polisi Dedi Prasetyo. Foto: MI/Ilham Pratama.
Jakarta: Mabes Polri mengaku sedang menyelidiki sejumlah daerah yang diduga kuat terpapar paham radikal. Penyelidikan itu menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dan pemerintah daerah (pemda).

"Kita bersinergi untuk melakukan pemetaan daerah yang disusupi paham radikal. Sinergi akan mencerahkan sekaligus sosialisasi bahaya paham radikal," ungkap Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 26 November 2018.

Dedi menyatakan, jika ada seseorang di daerah yang terbukti terlibat radikalisme, maka kepolisian akan menindak secara langsung. Pasalnya, ada pelanggaran hukum pada saat melakukan radikalisme.


"Polri akan menindaknya sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2018," jelas dia.

Dedi pun menyebutkan, kepolisian juga bersinergi dengan TNI untuk mendekati sejumlah tokoh masyarakat yang ada di daerah. Tujuannya, agar paham radikal tak bisa mempengaruhi warga negara. "Karena radikal itu ganggu keutuhan NKRI," ucapnya.

Data dari Badan Intelijen Negara (BIN), sambung dia, juga akan digunakan kepolisian untuk memberantas paham radikal. "Perkotaan, kabupaten, dan tempat lainnya sudah kita mapping dari data BIN. Polri sudah masuk ke situ. Kita akan cegah karena bahaya," tegas dia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id