Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Menteri Yohana Ingin Pengguna Jasa Prostitusi Diproses

Nasional prostitusi artis
Achmad Zulfikar Fazli • 07 Januari 2019 18:37
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise tak ingin hanya penyalur atau muncikari yang mendapat hukuman pidana. Pelaku dan pengguna jasa prostitusi juga harus mendapatkan hukuman setimpal.
 
"Iya harus (dapat hukuman). Apa pun yang dilakukan terhadap perempuan dan itu adalah pelakunya harus dikenakan hukuman," kata Yohana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.
 
Pemerintah dan DPR saat ini sedang membahas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Peraturan itu terkait dengan kasus-kasus kejahatan seksual terhadap perempuan. Pasal yang menjerat pelaku serta penggunanya disiapkan. 
 
"Semoga bisa DPR sahkan itu secepatnya karena ini adalah inisiatif DPR, saya dari pihak pemerintah mendukung supaya secepatnya," ungkap dia.
 
Dia menegaskan jika terbukti bersalah, para pelaku harus mempertanggungjawabkan kesalahannya di mata hukum. "Bilamana pelakunya sudah melakukan kesalahan dengan mengeksploitasi dan melakukan kejahatan seksual itu tetap harus berhadapan dengan hukum." 

Baca: Artis VA Serahkan Uang Rp35 Juta ke Penyidik Polda Jatim

Di sisi lain, faktor ekonomi disebut menjadi alasan banyak perempuan yang terlibat prostitusi. Namun, dia menilai alasan itu perlu dikaji lebih mendalam.
 
"Mesti dikaji betul-betul, siapa sebenarnya yang salah dalam hal ini, tapi perempuan harus jaga harkat martabat perempuan. Itu adalah tugas saya untuk melindungi perempuan," ujar dia.
 
Sebelumnya, Polda Jawa Timur menangkap artis Vanessa Angel atas dugaan melakukan prostitusi online. Setelah diperiksa selama kurang lebih 25 jam, Vanessa dilepaskan. 
 
Kepolisian hanya menahan muncikarinya. Sementara itu, pengguna jasa tak dibuka secara detail.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi